Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Info untuk Pendaki! Jalur Gunung Gede Pangrango Ditutup Sepekan, Ini Penyebabnya

📅 Senin, 22 Jun 2026, 21:50 WIB | Oleh:
Info untuk Pendaki! Jalur Gunung Gede Pangrango Ditutup Sepekan, Ini Penyebabnya Doc: ANTARA/Ahmad Fikri.
Ket. Jalur pendakian ke Gunung Gede-Pangrango di Kawasan Wisata Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR, JAWA BARAT - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup jalur pendakian dan wisata pada tanggal 23-29 Juli 2026 karena jalur pendakian digunakan untuk lokasi kejuaraan Jakarta Open Trail Run (JOTR) dan rangkaian South East Asia Trail Running Conferderation.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni saat dihubungi dari Cianjur, Senin (22/6), mengatakan penutupan sementara bagi pendaki dan wisatawan umum ke sejumlah destinasi wisata yang ada dalam kawasan TNGGP berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 dan 12 Tahun 2026.

Untuk para pendaki tidak ada yang dijadwalkan ulang atau pengembalian dana, karena pendaftaran daring atau online belum dibuka sepanjang waktu tersebut. Sedangkan bagi calon pendaki dan wisatawan disarankan mendaftar setelah kegiatan JOTR usai.

"Penutupan dilakukan selama satu pekan penuh, sehingga tidak ada pendaki atau wisatawan yang masuk jalur pendakian karena jalur dikhususkan untuk peserta JOTR," katanya.

Dia menjelaskan kegiatan berskala internasional tersebut akan digelar selama tujuh hari diikuti peserta dari dalam hingga luar negeri, sehingga jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango akan dipakai peserta.

Sedangkan untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, Balai Besar TNGGP akan memperbaiki sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur pendakian akibat ulah oknum pendaki, sehingga ke depan dapat dipakai dalam jangka panjang.

Pihaknya mengimbau bagi calon pendaki dan wisatawan yang hendak berkunjung pada tanggal tersebut dapat memilih tanggal lain karena selama satu pekan sistem pendaftaran melalui daring tidak dibuka.

"Bagi calon pendaki dan wisatawan kami sarankan melakukan pendaftaran secara daring setelah kegiatan selesai, selama penutupan jalur pendakian akan diawasi ketat oleh petugas termasuk melibatkan masyarakat sekitar," katanya.

Dia berharap selama penutupan berlangsung tidak ada pendaki atau wisatawan yang melakukan pelanggaran, karena sanksi tegas akan diterapkan terutama bagi pendaki akan masuk dalam daftar hitam pendakian di seluruh taman nasional di Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.