Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLTU Batu Bara Wajib Pasang Filter untuk Kurangi Polusi

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 01:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLTU Batu Bara Wajib Pasang Filter untuk Kurangi Polusi Doc: istimewa
Ket. TERUS MEMBANGUN PLTU BATU BARA I Pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 yang dilakukan oleh konsorsium anak usaha PT PLN (Persero). Pembangkit listrik batu bara terbukti sangat polutif namun pembangunan PLTU baru terus berlangsung.

Polusi di tengah malam dan pagi lebih parah karena malam hari adalah beban puncak listrik, saat batu bara dibakar sebanyak- banyaknya.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kualitas udara di Jabodetabek selama sepekan terakhir sangat buruk. Kualitas udara di DKI Jakarta berada di angka 156 atau masuk kategori tidak sehat. Menurut Jokowi, penggunaan sumber energi dari batu bara menjadi faktor penyebab buruknya kualitas udara di Jabodetabek.

"Aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur menjadi penyebab buruknya kualitas udara Jakarta," kata Presiden.

Dengan kondisi tersebut, maka kasus penyakit pernapasan karena polusi udara terus meningkat. Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengakui terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat polusi udara pada 2023 dibandingkan tahun 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, seperti dikutip dari ABC News mengatakan kondisi saat ini hampir sama dengan yang terjadi pada 2018 dan 2019 lalu sebelum pandemi Covid-19.

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan permasalahan Jakarta sangat kompleks. Di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan di timur Jakarta, mulai dari Cawang, Bekasi, hingga Karawang ada konsentrasi kawasan industri berat dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sedangkan di sisi barat, Tangerang, Serang, dan Cilegon juga menjadi konsentrasi heavy industry dan PLTU.

"Jadi hanya kalau angin bertiup ke utara, baru Jakarta relatif bersih, tapi itu probabilitasnya kecil," kata Hafidz.

Solusi sementara yang praktis, katanya, diarahkan ke pasokan gas yang memadai sehingga PLTU milik PLN bisa beralih ke gas. Sedangkan industri, sebaiknya mulai diberi akses ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara bertahap dengan membuatkan skema ekspor-impor listrik ke grid yang difasilitasi PLN dengan baik. "Paling tidak beban pencemaran batu bara di PLTU dan kawasan heavy industry turun," kata Hafidz.

Selain itu, PLTU batu bara yang mengelilingi Jakarta wajib memasang filter untuk mengurangi polusi yang ditimbulkannya.

Teknologi Filter

Dikutip dari Power Technology, solusi sementara pengurangan emisi PLTU batu bara bisa dilakukan dengan memasang filter yang dirancang khusus seperti yang ditemukan pengamat teknologi dari Inggris, Mitch Beedie. Tingkat SO2 (Sulfur dioksida) di pembangkit listrik tenaga batu bara saat ini dapat dikurangi dengan wFGD (wet flue gas desulfurisation) atau penyerapan pengering semprot misalnya, NOx (mono-nitrogen oksida) dengan reduksi katalitik selektif dan merkuri dengan pencucian batu bara.

Teknik yang lebih menjanjikan adalah ReACT (teknologi kokas aktif regeneratif) J-Power Entech. Dikombinasikan dengan metode lain, ini menyesuaikan dengan pembangkit berbahan bakar batu bara untuk memotong SO2 dan NOx menjadi hanya satu digit (parts per million) ppm, sebanding dengan pembangkit berbahan bakar gas alam.

Bukan dari Kendaraan

Ridwan Hardiawan melalui akun Instagram @Ridwanhard mengatakan kontributor utama polusi Jakarta bukan berasal dari kendaraan bermotor tetapi dari pembangkit listrik batu bara. Salah satunya adalah PLTU batu bara baru terbesar di Indonesia yang berada di Serang, Banten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...
Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...

Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...

Suara Rakyat Tetap Jadi Landasan Jakarta Membangun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.