Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demokrasi Harus Jadi Instrumen Atasi Ketimpangan

📅 Rabu, 09 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Demokrasi Harus Jadi Instrumen Atasi Ketimpangan Doc: ISTIMEWA
Ket. SUROKIM ABDUSSALAM Wakil Rektor Tiga UTM - Jika selama ini demokrasi hanya mementingkan pertumbuhan dan membuat ketimpangan serta kesenjangan maka demokrasi harus bisa menutup kelemahannya tersebut dengan memeratakan pertumbuhan.

» Di dalam praktiknya, pertumbuhan ekonomi tinggi dan demokrasi yang berjalan baik, kesenjangan malah tampak sangat tajam.

» Demokrasi seharusnya memeratakan pertumbuhan agar keadilan ekonomi lebih terjamin.

JAKARTA - Demokrasi bukan hanya sebagai salah satu sarana untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, dalam sambutannya pada Democracy Dialogue The Jakarta Post 40th Anniversary Forum di Jakarta baru-baru ini mengatakan selalu ada dinamika dari waktu ke waktu yang menjadi penentu keseimbangan yang tepat antara pertumbuhan ekonomi dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Sebab itu, pemerintah terus melihat dan memonitor perubahan setiap waktu agar seluruh kebijakan dapat mencapai kesejahteraan rakyat.

"Karena itu, dalam APBN kita terus melihat peluang untuk mendukung kesejahteraan rakyat yang lebih luas," kata Suahasil.

APBN, paparnya, secara khusus telah mengalokasikan belanja sekitar 40 persen untuk penduduk berpenghasilan rendah yang diwujudkan melalui skema perlindungan sosial dan bantuan sosial.

Selain itu, juga mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan infrastruktur, penanganan kemiskinan ekstrem, dan juga menyediakan banyak alokasi untuk membantu daya beli masyarakat kalangan menengah.

Kesejahteraan Masyarakat

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menjelaskan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan demokrasi seolah-olah memiliki tujuan yang berbeda, padahal sebenarnya memiliki tujuan sama yakni kesejahteraan masyarakat luas.

Di dalam praktiknya, sering kali pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan disertai demokrasi yang berjalan baik, kesenjangan pun tampak sangat tajam. Di Amerika misalnya, negara yang dianggap sebagai contoh ekonomi kuat dunia dan demokrasi paling matang, ternyata kesenjangan ekonominya sangat tajam. Kekayaan di Amerika hanya terkonsentrasi di kalangan atas saja.

"Padahal keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan demokrasi berkaitan erat dengan bagaimana manfaat ekonomi didistribusikan di tengah masyarakat. Di Amerika, demokrasinya terlalu liberal, malah kemudian manfaat distribusinya juga rendah," kata Aditya.

Sebaliknya, di negara seperti Norwegia, pendekatan yang kuat terhadap redistribusi kekayaan melalui pajak tinggi dan program kesejahteraan sosial telah membantu mengurangi kesenjangan dan memberikan manfaat ekonomi kepada seluruh warga negara.

"Cuma penduduknya sedikit, hanya lima juta, sehingga ekonomi dan demokrasi bisa jalan bareng. Berbeda dengan Singapura yang demokrasinya dianggap kurang, namun ekonominya relatif baik dan juga terdistribusi dalam layanan publik yang luar biasa," kata Aditya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.