Upaya Atasi Krisis Myanmar Gagal Lagi, Apa Langkah ASEAN Selanjutnya?
📅 Minggu, 30 Jul 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim PenulisSanksi-sanksi ini dapat mendorong Junta ke meja perundingan, yang selama ini belum dapat dilakukan oleh ASEAN, karena "prinsip kebijakan non-intervensi". Prinsip ini melarang negara-negara ASEAN untuk mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain. Menjatuhkan sanksi akan menjadi pelanggaran terhadap prinsip ini.
Namun, ASEAN dapat menghubungkan upaya negosiasi mereka dengan sanksi Barat. ASEAN dapat menawarkan untuk mencabut sanksi jika Junta dapat menunjukkan kemajuan dalam negosiasi dengan ASEAN. Tentu saja, langkah ini juga membutuhkan persetujuan dan komitmen bersama dari pihak Barat karena pihak Barat yang menjatuhkan sanksi ekonomi. Ini merupakan salah satu contoh dari kerja sama lebih lanjut antara ASEAN dan negara-negara mitranya untuk menyelesaikan konflik Myanmar.
Masih ada waktu bagi Indonesia untuk menggunakan waktunya sebagai ketua dan pengaruh diplomatiknya yang kuat untuk memulai langkah-langkah lebih lanjut dengan negara-negara mitra untuk mencoba dan memperbaiki situasi di Myanmar.
Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Muhammad Rifqi Daneswara, Research Fellow, Indonesian Institute of Advanced International Studies (INADIS)
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!