Upaya Atasi Krisis Myanmar Gagal Lagi, Apa Langkah ASEAN Selanjutnya?
📅 Minggu, 30 Jul 2023, 11:07 WIB | Oleh: Tim PenulisBeberapa bulan setelah kudeta, anggota ASEAN dan Junta Myanmar menyepakati Lima Poin Konsensus (Five Points of Consensus/5PC).
Konsensus ini mencakup penghentian kekerasan di Myanmar, dialog antara semua pihak, penunjukan utusan khusus, pemberian bantuan kemanusiaan oleh ASEAN, dan kunjungan utusan tersebut ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak yang terlibat.
5PC telah menjadi referensi utama bagi ASEAN sebagai pendekatan untuk penyelesaian konflik di Myanmar.
Namun, hingga saat ini, pihak Junta masih mengabaikan konsensus tersebut. Ini menimbulkan keretakan di internal ASEAN perihal bagaimana menerapkan 5PC dan melanjutkan negosiasi dengan pihak Junta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Konferensi tingkat tinggi yang berlangsung selama empat hari di Jakarta tidak menghasilkan kemajuan yang signifikan terkait penyelesaian krisis Myanmar, kecuali hanya seruan untuk melakukan "dialog inklusif di Myanmar". Tidak ada kerangka waktu dan hasil yang jelas yang dicapai dari konferensi mengenai bagaimana ASEAN dapat membantu menyelesaikan konflik di Myanmar.
Kegagalan ini kembali menimbulkan keraguan akan kemampuan ASEAN untuk membuat kemajuan perdamaian yang nyata dalam menyelesaikan konflik, terutama selama masa kepemimpinan Indonesia.
Bulan lalu, Thailand dan Laos mengadakan pertemuan informal tertutup dengan Junta di Thailand untuk mencari "solusi alternatif."
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan tersebut mematik beragam respons dari negara-negara anggota ASEAN lainnya. Beberapa pihak bahkan mengatakan bahwa pemerintah Thailand menyabotase upaya Indonesia.
Sementara itu, kelompok oposisi Myanmar merilis pernyataan yang mengkritik kegagalan ASEAN yang "terus berlanjut" dalam menyelesaikan krisis.
Melibatkan negara-negara di luar kawasan
ASEAN sangat perlu menunjukkan relevansinya dalam politik internasional kontemporer.
Mungkin ini saatnya bagi ASEAN untuk mengakui bahwa mereka tidak dapat menyelesaikan konflik Myanmar sendirian dan perlu untuk mengikutsertakan negara-negara mitra ASEAN secara lebih aktif. Terdapat peran-peran yang dapat diisi oleh negara mitra ASEAN yang dapat mendukung upaya ASEAN di Myanmar.
AS dan sekutu-sekutu Barat, misalnya, telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap rezim tersebut. Mereka juga membatasi akses pemerintah dan pejabat Myanmar terhadap sistem keuangan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!