Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Gotong Royong untuk Mendorong Kualitas Perguruan Tinggi

📅 Sabtu, 29 Jul 2023, 07:39 WIB | Oleh:

Untuk target perguruan tinggi kita bersaing secara internasional seperti apa?

Meski anggaran kecil, perguruan tinggi kita bisa bersaing dan masuk ke ranking internasional. Di tahun 2023 ada 5 masuk dalam 500 besar. Itu target RPJMN-nya 5 perguruan tinggi Indonesia masuk 500 besar. Sudah tercapai di tahun 2022. Di bawah itu juga meningkat jumlah perguruan tinggi Indonesia yang masuk ranking dunia baik PTN maupun PTS.

Bagaimana dengan kondisi riset kita secara umum dan di perguruan tinggi?

Pendana riset masih sangat-sangat kecil. Indonesia baru 0,8 persen dari GDP. Indonesia masih tertinggal dari Kamboja untuk riset dan pengembangan. Dengan Thailand kita 7-8 kali lipat tertinggalnya. Dengan Vietnam kita tertatih-tatih. Maka di banyak sektor kita kalah dengan Thailand dan Vietnam.

Di beberapa negara Eropa yang saya kunjungi, posisi ekspor Indonesia ke negara tersebut sudah turun ke peringkat kelima di Asia Tenggara. Itulah pentingnya riset dan pengembangan. Contoh, buah-buahan kita sulit bisa bersaing dengan Thailand yang riset pertaniannya luar biasa didukung negara.

Dari dana riset yang sangat kecil itu, 74 persen pendanaan pemerintah. Pendanaan dari swasta atau sektor privat baru 26 persen. Seperempatnya. Kebalikan dari Thailand. Thailand itu 73 persen dari sektor privat dan dunia usaha dan dunia industri, pemerintah 27 persen. Demikian juga dengan Vietnam dan Singapura.

Industri kita, mohon maaf, lebih banyak biaya untuk iklan daripada riset dan pengembangan. Padahal kita bermimpi menjadi negara maju. Kuncinya dua, SDM unggul dan ekonomi berbasis inovasi.

Tugas itu ada di pundak kita pendidikan tinggi, riset, dan teknologi. Jangan pesimistis. Kita harus optimistis membangun negeri.

Bagaimana upaya mengakselerasi riset dan pengembangannya?

Di riset dan pengembangan itu kita ada matching fund. Ini kita lakukan karena anggaran kita terbatas. Fakta bahwa industri belum niat melakukan riset, tapi kita undang industri berinvestasi di riset dengan begitu maka pendanaan bisa lebih banyak datang ke perguruan tinggi baik dari pemerintah dan industri ke perguruan tinggi.

Ada lima tema prioritas yaitu green economy, blue economy, ekonomi digital, kesehatan, dan pariwisata serta industri kreatif. Kita buka tema lain, tapi ini prioritasnya. Mahasiswa juga terlibat untuk mendampingi dosen. Tahun 2022, seribu proposal anggaran 580 miliar rupiah dan kontribusi industri 700 miliar rupiah.

Kondisi dunia sangat dinamis dan perkembangannya cepat. Bagaimana perguruan tinggi merespons hal tersebut?

Kita menghadapi dunia yang penuh tantangan. Kemunculan Artificial Intelligent, misalnya akan mendisrupsi semuanya. Untuk menghadapi dan menyiapkan butuh SDM unggul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.