Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Dosen dan Guru, Begini Cara Bikin Soal yang Sulit Diakali dengan AI

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 11:24 WIB | Oleh: Tim Penulis

Misalnya, soal dapat dirancang untuk meminta peserta didik memberikan jawaban yang juga harus berbentuk gambar seperti mindmap (peta pikiran), flowchart (diagram alir), atau infografik yang kompleks dan butuh analisis yang personal, sehingga harapannya sulit diakali dengan ChatGPT.

Selain meredam potensi kecurangan, rancangan soal yang mengedepankan elemen visual juga bisa punya sejumlah manfaat akademik.

Hal ini, misalnya, tidak hanya mengevaluasi pengetahuan pelajar atau mahasiswa, tapi juga menilai kreatifitas mereka menjawab dalam bentuk non-teks. Soal seperti ini juga dapat menilai kemampuan visualisasi data sebagai kompetensi komunikatif yang penting dalam karier mereka ke depannya.

2. Wajibkan peserta didik mencantumkan referensi akademik yang spesifik

Sejauh ini, AI seperti ChatGPT masih memiliki keterbatasan dalam memunculkan referensi rujukan, apalagi referensi akademik berkualitas dan rujukan yang terkini.

Oleh karena itu, ChatGPT bisa saja menyarankan format referensi yang rapi sesuai dengan standar penulisan American Psychological Association (APA) - tapi bisa jadi gagal mencantumkan satupun referensi kredibel pada jawaban yang dihasilkan. Bahkan, dalam banyak kasus, ChatGPT kedapatan memalsukan sumber referensi yang digunakan dalam jawaban.

Dengan demikian, kalaupun mahasiswa dapat memperoleh jawaban dari suatu soal menggunakan AI, mereka harus bekerja dua kali untuk menemukan dan mencocokkan esai dengan berbagai referensi yang relevan dan kredibel untuk melengkapi esai tersebut.

Memberikan kewajiban bagi peserta didik untuk selalu mencantumkan referensi spesifik pada hasil kerja mereka diharapkan dapat meredam penggunaan AI dalam mengerjakan tugas atau ujian. Bahkan, kelengkapan dan ketepatan penggunaan referensi dapat menjadi tolok ukur hasil pengerjaan yang berkualitas sekaligus indikator bahwa jawaban tersebut kemungkinan tidak dikeluarkan oleh program AI.

3. Minta peserta didik untuk mengkritisi hasil jawaban AI

Pengajar dapat menyusun serangkaian pertanyaan terstandar sebagai soal tugas atau ujian, kemudian meminta peserta didik untuk memasukkan pertanyaan atau "prompt" tersebut pada layanan AI. Kemudian, mereka diminta untuk mengkritisi hasil jawaban AI tersebut menggunakan konsep-konsep dan materi yang telah mereka pelajari sebelumnya.

Penilaian ditekankan pada kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis dan mengevaluasi kualitas informasi terhadap hasil pembelajaran mereka.

Kemampuan berpikir kritis adalah salah satu aspek pembelajaran yang dikhawatirkan terancam oleh kemampuan AI. Penggunaan program AI yang tidak bertanggung jawab dan sikap menelan mentah-mentah hasil jawaban berpotensi menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berpikir kritis.

Memang ada perbedaan pendapat terkait sejauh apa AI seperti ChatGPT mampu meniru kemampuan manusia dalam berpikir kritis. Karena hal ini pula, pengajar dan dosen perlu punya kemampuan yang baik dalam mendesain pertanyaan atau prompt yang tepat dalam perancanaan soal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.