Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Untuk Dosen dan Guru, Begini Cara Bikin Soal yang Sulit Diakali dengan AI

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 11:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Untuk Dosen dan Guru, Begini Cara Bikin Soal yang Sulit Diakali dengan AI Doc: The Conversation/Shutterstock/Shutter Z
Ket. Ilustrasi.

Imam Salehudin, Universitas Indonesia

Maryam, seorang dosen berpengalaman, tengah mengoreksi jawaban tugas esai beberapa mahasiswanya. Namun, ada sesuatu yang terasa aneh. Meski tidak ada kemiripan karya satu sama lain, setiap jawaban mereka memiliki alur yang terlalu sempurna dan menggunakan bahasa yang terlalu canggih untuk mahasiswa semester awal.

Intuisi Maryam memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres.

Dengan hati-hati, Maryam memutuskan untuk bertemu satu-satu dengan para mahasiswa tersebut untuk lebih memahami pemikiran mereka dan melihat apakah ada sesuatu yang perlu diselidiki.

Maryam mulai mengajukan pertanyaan yang lebih dalam tentang gagasan yang mereka jelaskan dalam esai. Ia ingin mengukur sejauh mana pemahaman mahasiswanya terhadap materi yang diajarkan. Namun, semakin ia bertanya, semakin jelas terasa bahwa jawaban-jawaban ini tidak mungkin berasal dari pemikiran mereka sendiri.

Setelah bertanya lebih dalam, beberapa orang mahasiswa mengaku bahwa mereka menggunakan ChatGPT untuk membantu mengerjakan tugas esai mereka.

Cerita Maryam di atas hanyalah ilustrasi. Namun, kisah tersebut menggambarkan situasi yang akan dihadapi oleh banyak guru dan dosen ketika mengevaluasi pembelajaran siswa setelah kemunculan ChatGPT, program kecerdasan buatan (AI) generatif yang dikeluarkan OpenAI pada akhir tahun lalu.

Dua kolega saya di Center for Education and Learning in Economics and Business (CELEB), Universitas Indonesia (UI), yakni Ledi Trialdi dan Ratih Dyah Kusumastuti, telah menulis white paper atau buku putih (belum melalui telaah sejawat atau peer review) yang membedah dampak AI dan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT bagi para pengajar. White paper tersebut juga memberikan rekomendasi bagi dunia akademia untuk beradaptasi melalui berbagai inovasi pembelajaran.

Meskipun program AI seperti ChatGPT punya kemampuan untuk menulis naskah akademik sekelas artikel jurnal, masih terdapat beberapa keterbatasan dan risiko yang masih sulit diatasi - termasuk potensi masalah integritas akademik seperti kasus Maryam.

Tulisan ini bermaksud untuk menindaklanjuti white paper tersebut: bagaimana dosen dan guru kemudian bisa merancang soal yang sulit diakali dengan AI dan ChatGPT?

1. Gunakan media visual yang kompleks

Sejauh ini, versi ChatGPT yang terbuka pada publik masih terbatas pada masukan (input) dan luaran (output) berupa teks saja, sehingga belum mampu mengolah selain teks, seperti video atau gambar.

Oleh karena itu, pendidik dapat mengembangkan soal ujian dalam bentuk gambar yang perlu diinterpretasi atau dianalisis oleh siswa.

Walau demikian, saat ini OpenAI tengah menggodok versi ChatGPT terbaru, yakni GPT4, yang dikabarkan mampu mengolah input gambar. Meski batas kemampuan program tersebut masih jadi bahan kajian, pengajar dan dosen perlu tetap mengikuti perkembangan terbaru supaya bisa terus memperbarui metode pengujian dan asesmen mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.