Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Samsung Dorong Siswa Gali Solusi Masalah Sosial Melalui Pelatihan Design Thinking

📅 Senin, 24 Jul 2023, 19:34 WIB | Oleh:
Samsung Dorong Siswa Gali Solusi Masalah Sosial Melalui Pelatihan Design Thinking Doc: istimewa
Ket. samsung

JAKARTA - Generasidigital nativeGen Z secara umum dikenal dengan idealismenya. Mereka dikenal memiliki perhatian yang besar pada isu-isu perubahan iklim, membangun kesetaraan, dan penciptaan lebih banyak peluang bagi orang dari berbagai latar belakang serta perhatian pada praktik keberlanjutan.

Enam dari 10 Gen Z mengatakan sudah melakukan berbagai tindakan aktif untuk meminimalkan dampak mereka terhadap lingkungan. Survei lain menemukan pentingnya pendidikan bagi 65 persen Gen Z dan mereka menghargai adanya akses yang setara bagi siapapun kepada pendidikan.

Untuk memberi wadah bagi Gen Z dan komitmen memajukan pendidikan di Indonesia Samsung menyelenggarakan Samsung Solve for Tomorrow (SSFT), dengan memfasilitasi siswa Indonesia untuk meraih mimpi mereka di bidang pendidikan dan keberlanjutan. Program tersebut mulai dari menuangkan ide hingga membuat rencana agar ide mereka dapat terwujud dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia Ennita Pramono, mengatakan Samsung Solve for Tomorrow adalah kontribusi Samsung terhadap pendidikan di Indonesia. Selain itu program tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjadi bagian dari gerakan pendidikan untuk Indonesia yang lebih baik.

"Samsung Solve for Tomorrow bertujuan mempersiapkanfuture leaderdengan mengajak anak-anak muda mewujudkan perubahan nyata dan positif untuk hari esok yang lebih baik," kata Ennita Pramono.

Saat ini, Samsung Solve for Tomorrow telah memasuki babaksemi-final.Lebih dari 300 proposal telah diterima, tersaring 40 proposal yang menjadi semifinalis dari SMA, SMK, dan MA yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Samsung menyiapkan pelatihan Design Thinking dan sesi mentoring untuk para semifinalis. Hal ini diharapkan dapat mempertajam proposal ide menjadi perencanaan yang memberikan perubahan positif yang lebih berarti bagi komunitas dalam bentuk prototipe proyek (prototype project).

Pemikiran Desain (Design Thinking) adalah proses pemecahan masalah secara kreatif yang berfokus pada manusia, berlandaskan pada lima step. Step pertama adalah berempati (empathize) yaitu mengidentifikasi pengalaman di komunitas untuk menemukan kebutuhan eksplisit dan implisit mereka sehingga dapat tercipta desain yang tepat, melalui riset, wawancara, dan observasi.

Step kedua adalah mendefinisikan (define). Langkah ini dilakukan dengan meninjau temuan dari step pertama, menemukan pola, menemukan sebuah sudut pandang, menyusun wawasan , untuk menentukan secara spesifik apa yang dibutuhkan oleh komunitas.

Selanjutnya step ketiga adalah membentuk pengertian (ideate) di mana peserta diminta menggali sebanyak mungkin ide-ide kreatif yang berkaitan dengan pemecahan masalah yang ditemukan. Lalu mereka akan melakukanbrainstorminguntuk mengevaluasi berbagai ide yang muncul dan menemukan mana yang paling tepat dan relevan.

Lalu, step keempat adalah prototipe (prototype), di mana para peserta melakukan pemetaan terhadap perjalanan pengguna (user journey) lalu membuat prototipe kertas, selanjutnya prototipe digital, dan akhirnya membuat prototipe fisik. Berikutnya adalah pengetesan, di mana peserta akan membagikan prototipe tersebut kepada komunitas dan melakukan iterasi terhadap prototipe sehingga ide solusinya bisa diadaptasikan dengan cepat.

Terakhir, para peserta akan berbagi (sharing) ide solusi dan prototipe mereka denganstorytelling dan membuat sebuahpitch video. Untuk menyempurnakan ide solusi dan prototype mereka, para peserta mengikuti sesi pendampingan (mentoring) oleh mentor masing-masing.

"Para mentor yang terlibat dalam babak ini mengatakan umumnya para peserta perlu dipertajam dalam merumuskan permasalahan dan bagaimana mengimplementasi ide menjadi produk yang bisa digunakan, apalagi kalau bahan-bahannya sulit didapatkan," kata Ennita.

Karyawan Samsung Electronics Indonesia yang menjadi mentor program tersebut Teddy Utoyo, mengatakan anak-anak ini punya ide yang idealis. Maka tugasnya sebagai mentor adalah menyambungkan kondisi saat ini dengan segala macam tantangan, supaya ide ini bisa real dijalankan nantinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.