Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Harap Bisa Kikis Praktik Perundungan

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Menkes Harap Bisa Kikis Praktik Perundungan Doc: Koran Jakarta/Muhamad Ma’rup/Tangkapan Layar
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam Konferensi Pers, di Jakarta, Kamis (20/7).

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut perundungan di pendidikan dokter baik umum maupun spesialis sudah terjadi puluhan tahun. Hal tersebut menyebabkan kerugian bukan hanya mental, tapi fisik dan juga finansial peserta didik.

"Kita menemukan praktik perundungan ini baik untuk pendidikan dokter umum dan dokter spesialis sudah terjadi puluhan tahun," ujar Budi dalam Konferensi Pers, di Jakarta, Kamis (20/7).

Dia menerangkan, perundungan kerap terjadi dengan motif membentuk karakter dokter muda. Menurutnya, para dokter tidak hanya harus tangguh, tapi juga memiliki simpati, empati, komunikasi, dan kemanusiaan kepada pasien.

Menkes menambahkan, ada upaya sistematis untuk menutupi perundungan. Korban tidak berani mengakui adanya perundungan sebab takut terhadap kakak tingkat dan pimpinan institusi. "Ini early warning. Kalau orang di lingkungan tertentu orang tidak berani ngomong karena takut itu sudah tidak sehat," jelasnya.

Dia mengungkapkan, para peserta didik dokter umum maupun spesialis kerap diperlakukan sebagai asisten pribadi, bahkan diminta materi. Ke depan, pihaknya akan memutus praktik perundungan demi membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Menkes mengatakan, pihaknya sudah membuat Instruksi Menteri Kesehatan sebagai acuan dalam penanganan perundungan di rumah sakit vertikal yang juga merupakan rumah sakit pendidikan. Pihaknya menyediakan laman www.perundungan.kemkes.go.id serta nomor kontak 0812 997 997 77.

Dia menuturkan, dalam proses pelaporan, pelapor bisa menyertakan nama dan NIK atau anonim jika merasa takut untuk melapor. Nantinya tim Inspektorat Jenderal Kemenkes akan langsung mengaudit dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum menjatuhkan sanksi.

"Kalau dia mau kasih nama dan NIK kita bisa lacaknya lebih cepat," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.