Fenomena Penjualan Online 'Makan' Korban Pusat Perbelanjaan
📅 Minggu, 09 Jul 2023, 11:37 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSejauh ini, katanya, toko tersebut menghasilkan lebih banyak penjualan dari TikTok Shop dibandingkan dengan dua platform lainnya.
"Mungkin (TikTok Shop) lebih cocok dengan demografi kita. Mungkin karena (TikTok Shop) lagi ada promo seperti diskon dan free delivery. Saya tidak tahu pasti, "katanya.
Berjuang pulih
Miranti Amelia, yang memiliki toko pakaian di sebuah mal di Jakarta Barat, mengatakan, meskipun tokonya masih menerima pelanggan fisik dari waktu ke waktu, namun jumlahnya semakin berkurang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka biasanya melihat kami di media sosial tetapi bersikeras datang ke toko untuk mencoba pakaian kami sendiri. Mereka membeli satu atau dua pakaian dan begitu mereka yakin dengan produk kami, pembelian berikutnya akan dilakukan secara online," katanya.
"Saya bahkan punya satu pelanggan yang datang ke toko, mencoba produk kami dan membeli barang yang sama di toko online kami saat dia masih di toko fisik saya. Saat saya tanya kenapa, dia bilang: 'Ada banyak promo online'."
Amelia mengatakan dengan berkurangnya penjualan offline, toko fisiknya sekarang bertindak lebih seperti etalase toko online-nya dan latar belakang untuk streaming langsung hariannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya berencana untuk memindahkan semuanya ke toko dua lantai. Sulit untuk mengoperasikan toko online dari dalam mal. Tidak ada cukup ruang bagi pekerja saya untuk mengemas kiriman kami. Kurir kami harus naik turun tangga dan lift, "katanya.
Tapi pindah dari pusat perbelanjaan bukan pilihan untuk semua orang.
Pemilik toko Josh Sulistyo mengatakan, meskipun penjualan tokonya secara online mulai mengejar transaksi offline, dia akan tetap beroperasi dari kompleks pertokoan Tanah Abang, yang memiliki reputasi sebagai magnet bagi grosir dari seluruh Indonesia.
"Kami membutuhkan toko ini untuk menunjukkan (grosir) bahwa kami bersungguh-sungguh, memberi mereka kepercayaan ekstra bahwa kami memiliki stok yang cukup dan kami dapat mengirimkan berapa pun pesanan mereka," jelasnya.
Tapi Sulistyo mungkin merupakan pengecualian dari kondisi tersebut.
Dalam laporan April, perusahaan real estate Colliers mengatakan bahwa meskipun pemerintah menyatakan pandemi COVID-19 telah berakhir dan menghapus semua batasan yang tersisa, hunian pusat perbelanjaan di Jakarta belum kembali seperti sebelum pandemi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!