Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Penjualan Online 'Makan' Korban Pusat Perbelanjaan

📅 Minggu, 09 Jul 2023, 11:37 WIB | Oleh:

Gangguan social commerce

Salah satu pedagang, Widya Kusuma,dulu berjualan jilbab dari warung kecil di dalam pusat perbelanjaan di pinggiran selatan Jakarta, namun pandemi memaksanya untuk menjual barangnya secara online dari rumah.

"Segalanya sulit. Saya harus membiarkan orang pergi. Saya berpikir untuk menyerah," katanya kepada CNA, menambahkan bahwa terlepas dari upaya terbaiknya, dia hanya dapat menghasilkan sebagian kecil dari apa yang dia lakukan sebelum pandemi.

Keberuntungan Widya berubah setelah munculnya apa yang disebut "social commerce" atau penjualan menggunakan platform media sosial, pada April 2021 ketika TikTok memilih Indonesia untuk menguji fitur perdagangan barunya: Toko TikTok.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membeli item lewat siaran langsung platform video pendek.

"Dalam waktu singkat, saya menjual lebih banyak jilbab daripada sebelum pandemi," kata Widya, menambahkan bahwa dia akhirnya memutuskan untuk fokus menjual produknya secara online.

Dengan cara itu sia tidak repot-repot memperbarui sewa kiosnya, yang berakhir pada 2022.

Menurut perusahaan konsultan Momentum Works, tahun lalu, TikTok memiliki volume transaksi 4,4 miliar dolar AS di seluruh Asia Tenggara, naik dari 600 juta dolar AS pada 2021.

TikTok bulan lalu mengatakan bahwa ada lima juta bisnis Indonesia di platform tersebut, yang sebagian besar adalah usaha kecil dan menengah (UKM). Perusahaan juga mengatakan akan menginvestasikan miliaran dolar di wilayah tersebut selama beberapa tahun ke depan karena berharap untuk melipatgandakan transaksinya menjadi 12 miliar dolar AS pada akhir tahun 2023.

Transaksi dari TikTok Shop terbilang kecil dibandingkan dengan yang dicatat oleh pemain yang lebih mapan seperti Shopee dan Lazada, yang masing-masing memiliki transaksi sebesar 47,9 miliar dolar AS dan 20,1 miliardolar AS pada tahun 2022.

Namun, Momentum Works mencatat bahwa terjadi pertumbuhan mendatar untuk Shopee dan menurun untuk Lazada karena pembatasan dilonggarkan dan orang menjadi kurang khawatir untuk berbelanja offline. Pada 2021, kedua perusahaan tersebut memiliki transaksi masing-masing sebesar 42,5 miliar dolar AS dan 21 miliar dolar AS.

Menanggapi semakin populernya Toko TikTok, perusahaan e-niaga yang lebih mapan telah mulai bereksperimen dengan video pendek dan streaming langsung di platform masing-masing.

Hariyanti mengatakan, dia dan rekan-rekannya melakukan siaran langsung selama dua jam setiap hari antara pukul 12 siang dan 2 siang, menampilkan satu demi satu barang menggunakan tiga ponsel cerdas untuk menangkap audiens dari tiga platform berbeda: Toko TikTok, Shopee, dan Instagram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Otomotif
Audi Segera Luncurkan SUV P...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.