Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Euclid, Teleskop untuk Mengungkap Materi Gelap

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Euclid, Teleskop untuk Mengungkap Materi Gelap Doc: Valery HACHE / AFP

Alam semesta dipenuhi dengan gaya gravitasi misterius yang disebut berasal dari materi yang tidak terlihat. Teleskop Euclid yang segera diluncurkan akan mengungkap keberadaan materi gelap atau energi gelap itu.

Untuk mengungkap materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy), Badan Antariksa Eropa (ESA) dibantu NASA telah menciptakan teleskop Euclid. Teleskop ini akan diluncurkan pada 1 Juli ini dengan roket SpaceX Falcon 9 di Cape Canaveral, Florida, AS. Misinya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang materi gelap dan energi gelap.

Euclid adalah bagian dari program Visi Kosmis (Cosmic Vision) dari ESA. Euclid akan menggunakan instrumen optik dan inframerah untuk memetakan geometri materi gelap di alam semesta. Materi gelap adalah jenis materi yang dihipotesiskan yang akan menjelaskan gaya gravitasi di alam semesta yang tidak memiliki asal usul yang jelas.

Materi gelap dan energi gelap pernah disebut dalam filmStar War. Istilah seperti ini mungkin terdengar sangat asing bagi banyak orang, namun itulah yang sering terjadi dalam sains. Mempelajari beberapa konsepnya bisa sangat menantang, apalagi hal ini terkait dengan mekanika kuantum.

Mengungkap misteri ini adalah salah satu tujuan utama teleskop luar angkasa Euclid baru. Namun demikian Euclid tidak akan dapat menjawab banyak pertanyaan yang tersisa tentang alam semesta yang gelap, tetapi akan mengambil langkah besar untuk menyelidiki dua komponennya yang paling menarik.

Euclid akan mengeksplorasi beberapa pertanyaan paling mendalam dan mendasar dalam sejarah kosmik yaitu bagaimana asal mula alam semesta dan terbuat dari apa? Apa hukum fisika dasar alam semesta? Pertanyaan ini kerap disampaikan orang awam ketika melihat ke bintang-bintang pada malam hari.

"Baik materi gelap secara khusus, tetapi juga energi gelap, pada akhirnya keberadaan kita ditelusuri kembali ke sana," kata astronom dan Direktur Institut Astronomi Max Planck, di Heidelberg, Jerman, Hans-Walter Rix, kepadaDW.

Materi gelap dan energi gelap menyediakan kondisi yang tepat bagi materi yang cukup untuk bersatu dan membentuk bintang, planet, galaksi, dan kehidupan. Jadi memahami mereka adalah selangkah lebih dekat untuk memahami dari mana kehidupan berasal.

Inilah yang membuat misi tersebut menjadi sangat bersejarah. Teleskop Euclid dipimpin oleh European ESA dengan kontribusi dari NASA. Butuh lebih dari sepuluh tahun pembangunannya dengan biaya mencapai 1,4 miliar euro. Sebanyak lebih dari 3.500 ilmuwan dari 21 negara terlibat dalam pembuatannya.

Euclid awalnya direncanakan untuk diluncurkan dari roket Soyuz Russia pada 2022. Tetapi karena terjadinya invasi Russia ke Ukraina, membuat ESA melakukan perubahan rencana. Dengan beroperasinya teleskop ini maka teleskop luar angkasa James Webb akan memiliki tambahan teman lagi.

Euclid, seperti Webb, juga akan mengorbit titik Lagrange kedua (L2), 1,5 juta kilometer (sekitar 930.000 mil) dari Bumi. Titik ini merupakan tempat khusus di luar angkasa yang bergerak selaras dengan Bumi mengelilingi Matahari.

Misi yang harus dijawab oleh Euclid adalah pertanyaan yang cukup ambisius. Tujuan utamanya adalah membuat peta. "Ini adalah peta alam semesta terbesar dan paling akurat, yang pada dasarnya ingin kami lakukan, yang belum pernah dilakukan sebelumnya," ungkap ahli kosmologi yang bekerja pada misi Euclid di ESA, Guadalupe Cañas Herrera.

Namanya diambil dari ahli matematika Yunani, Euclid dari Aleksandria, yang hidup pada abad ke-3 SM dan dikenal sebagai bapak geometri yang pelajaran ini sering menjadi teror bagi siswa sekolah menengah. Misi tersebut dinamai untuk menghormatinya karena pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana segala sesuatu didistribusikan di alam semesta memberi tahu masyarakat banyak hal tentang geometrinya.

Untuk membuat peta, teleskop Euclid akan melihat dan mengukur miliaran galaksi, dengan ketelitian ekstrem selama rentang setidaknya enam tahun. Euclid dilengkapi dengan sensor cahaya tampak dan instrumen inframerah-dekat yang mampu mengukur jarak galaksi-galaksi ini secara akurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.