Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kukar Bergerak! Rencana Gila Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan Kaltim

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kukar Bergerak! Rencana Gila Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan Kaltim Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Lahan padi.

TENGGARONG - Optimalisasi lahan dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian agar menjadi lebih produktif. Tujuan utama optimalisasi lahan adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, baik untuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan. 

Optimalisasi ini melibatkan perbaikan dan peningkatan daya dukung lahan, seperti irigasi, drainase, dan pengolahan tanah, sehingga dapat menghasilkan panen yang lebih baik. 

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berkomitmen membantu Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewujudkan swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, sehingga ke depan Kaltim tidak lagi mendatangkan beras dari daerah lain.

"Pemkab Kukar siap mendukung percepatan swasembada pangan di Provinsi Kaltim sebagaimana yang diharapkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Kaltim, dua hari lalu," ujar Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Sabtu (10/5).

Dalam kunjungan Mentan tersebut disampaikan bahwa kebutuhan beras Kaltim mencapai 450 ribu ton per tahun, sedangkan produksi beras lokal hanya sekitar 200 ribu ton, sehingga Kaltim masih defisit sekitar 250 ribu ton.

Untuk itu kekurangan beras tersebut diharapkan dapat dipenuhi oleh 10 kabupaten/kota di Kaltim pada 2026, sehingga Kabupaten Kukar pun menyiapkan diri untuk meningkatkan produksi dengan berbagai pola, seperti melalui optimalisasi lahan dan menambah luas tanam.

Ia optimistis mampu meningkatkan produksi dan produktivitas padi, karena Pemkab Kukar mendapat dukungan penuh dari Menteri Pertanian melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah), kemudian sejak tahun lalu hingga sekarang Kukar juga menjalin kerja sama dengan TNI dalam pengembangan pertanian.

"Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir produksi padi di Kukar paling tinggi ketimbang kabupaten/kota lain, sehingga lewat kerja sama dengan TNI dan dukungan Program Oplah, maka tinggal melakukan penguatan untuk meningkatkan produksi," katanya.

Sedangkan produksi padi Kukar yang tinggi tersebut bisa dilihat dari data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, yakni pada 2023 Kukar memproduksi padi sebanyak 115.103 ton gabah kering giling (GKG) dan pada 2024 sebanyak 106.553 ton GKG.

Sementara itu daerah terbesar kedua dalam produksi padi adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan produksi padi pada 2023 sebanyak 45.100 ton GKG, kemudian pada 2024 sebanyak 48.113 ton, lalu produksi terbesar ketiga yakni Kabupaten Paser sebanyak 28.608 ton pada 2023 dan 52.886 ton GKG pada 2024.

"Kami berupaya mewujudkan kemandirian pangan sesuai dengan Asta Cita, yakni melalui berbagai pola seperti menambah luas lahan tanam dan melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah). Terlebih Program Oplah di Kukar sudah berjalan berkat dukungan Kementerian Pertanian," kata Rendi.

Selama ini, katanya, tantangan dalam produksi pertanian bukan pada ketersediaan lahan, melainkan pada faktor teknis dan sumber daya, seperti kekurangan tenaga terampil, bibit, pupuk, teknologi pertanian modern, serta sistem irigasi yang memadai, sehingga melalui Program Oplah, hal ini secara perlahan terus diatasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

19 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.