Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DHE Perlu Dioptimalkan untuk Pembangunan Ekonomi

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 09:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
DHE Perlu Dioptimalkan untuk Pembangunan Ekonomi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menyebut kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) dapat dioptimalkan untuk pembangunan ekonomi yang lebih akseleratif.

"Ini kemudian yang jadi kunci bagaimana kebijakan DHE itu bisa kita optimalkan untuk pertama stability, yang kedua tentu dalam konteks growth pendalaman sektor keuangan, pendalaman pasar keuangan. Tinggal tadi next-nya setelah masuk ke bank itu diapakan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan saat acara Gambir Trade Talk #10 bertajuk Memanfaatkan Devisa Hasil Ekspor Sebagai Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Nasional dipantau secara daring, Rabu (21/6).

Terkait kebijakan DHE tersebut, Ferry juga memaparkan tiga strategi yang disiapkan untuk memitigasi risiko dari eksternal seperti pelambatan ekonomi global. Pertama, pembentukan satuan tugas peningkatan ekspor untuk menyusun berbagai strategi kebijakan dalam kerangka penguatan pasokan ekspor, diversifikasi pasar ekspor, penguatan pembiayaan, penguatan kerja sama internasional, dan pengembangan ekspor UMKM.

"Kebijakan DHE ini harapannya tadi bisa masuk sektor keuangan bisa stay cukup lama di sektor perbankan kita. Kemudian memberikan ruang bagi bank untuk tadi menyalurkannya ke masyarakat ke sektor riil, ini kami harapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kita bisa bergerak lebih tinggi lagi," ujar Ferry.

Hilirisasi SDA

Kedua, revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam akan memastikan devisa yang dihasilkan ekspor dapat masuk ke dalam pasar keuangan Indonesia untuk dioptimalkan pada pembangunan Indonesia.

Kemenko Perekonomian mengklaim sejak awal rencana dilakukan revisi PP DHE telah memberikan sinyal positif pada pasar yang tercermin dari nilai tukar rupiah.

Ketiga, perluasan implementasi local currency settlement (LCS) yang dapat menghindarkan dari ketergantungan atas satu mata uang tertentu, memudahkan transaksi perdagangan bilateral negara, dan meningkatkan resiliensi sektor eksternal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.