Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mimpi Indonesia Emas 2045 Bisa Menjadi Mimpi Buruk

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Jumlah partai yang banyak akan sulit membentuk koalisi dalam menentukan calon presiden, makanya tiap hari politik dagang sapi. Itulah potret Indonesia 2045. Demokrasi gagal, ekonomi gagal, kesejahteraan gagal, dan gagal dalam persaingan global," katanya.

Menurut Maruf, untuk menjadi negara maju membutuhkan infrastruktur politik dan ekonomi yang kuat. Sementara itu, sejak reformasi belum cukup ada perbaikan kinerja partai politik dalam menjalankan fungsinya untuk menyerap dan menyalurkan aspirasi publik.

Sebaliknya, partai politik menjelma menjadi tunggangan elite, dan kelompok untuk memaksimalkan kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri.

"Semua pragmatis, menteri yang lahir dari multipartai yang buruk membuat dia tidak bekerja untuk Presiden semata, tapi untuk kepentingan kelompoknya. Ada orang yang bisa pindah partai seenaknya dan langsung jadi pimpinan. Beda pendapat antarpimpinan langsung bikin partai baru. Semua jadi instrument jangka pendek saja, termasuk di bawah rakyat tidak percaya partai dan lebih memilih tawaran money politics," papar Maruf.

Demokrasi, menurut Maruf, telah gagal mengantarkan pelembagaan politik yang kuat sehingga pelembagaan ekonomi pun gagal.

Diminta dalam kesempatan berbeda, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari peningkatan kapasitas perekonomian Indonesia dan memperkecil kesenjangan ekonomi, baik masyarakat kota dengan desa, maupun masyarakat di Pulau Jawa dengan luar Jawa.

Hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan investasi sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan, termasuk memacu ekspor dan hilirisasi industri. "Untuk kasus Indonesia, yang terpenting adalah kepentingan publik harus lebih diprioritaskan daripada kepentingan oligarki," kata Esther.

Berpihak Pada Rakyat

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan demokrasi ekonomi harus berpihak pada rakyat dan bergerak serta tumbuh dari bawah. "Semestinya kita kembali ke amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945 untuk mewujudkan demokrasi ekonomi Indonesia," kata Awan.

Hal itu untuk menciptakan zero poverty dan zero unemployment melalui pembangunan manusia dan koperasi.

"Indonesia harus percaya kepada kekuatan ekonomi rakyatnya sendiri melalui koperasi maupun UMKM yang bermitra strategis dengan BUMN, BUMD, BUMDes, dan perusahaan swasta nasional," pungkas Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.