Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanis Buatan dalam Minuman Ringan Diet Coke dan Red Bull dapat Menyerang Sel dan Memicu Kanker

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 22:16 WIB | Oleh:
Pemanis Buatan dalam Minuman Ringan Diet Coke dan Red Bull dapat Menyerang Sel dan Memicu Kanker Doc: Istimewa
Ket. Pemanis buatan dalam Diet Coke dikatakan dapat 'menyerang' sel DNA.

RALEIGH - Para peneliti dari North Carolina State University, baru-baru ini memperingatkan, kandungan zat pemanis buatan dalam minuman berkarbonasi Diet Coke dan Red Bull dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Dilansir oleh The Daily Record, para ilmuwan meyebutkan, minuman bersoda dengan sukralosa itu dapat memecah DNA saat dicerna.

"Ini terjadi ketika sukralosa mencapai usus dan melepaskan bahan kimia yang disebut sucralose-6-acetate, secara efektif memecah DNA dalam sel yang terpapar bahan kimia," kata para ilmuwan.

The Mirror melaporkan bahwa para peneliti melakukan serangkaian percobaan dengan tabung reaksi menggunakan darah manusia dan menghasilkan temuan ini.

Mereka juga memaparkan, jaringan usus manusia pada sukralosa dan sucralose-6-acetate dalam sejumlah tes berbeda dan menemukan bahwa kedua bahan kimia tersebut menyebabkan "usus bocor".

"Artinya produk limbah yang biasanya mengalir melalui sistem kita bocor ke aliran darah," ungkap Susan Schiffman, dari North Carolina State University.

"Pada dasarnya, itu membuat dinding usus lebih rentan. Bahan kimia merusak, atau antarmuka, di mana sel-sel di dinding usus terhubung satu sama lain," katanya.

"Usus bocor bermasalah, karena itu berarti bahwa hal-hal yang biasanya dikeluarkan dari tubuh melalui feses malah bocor keluar dari usus dan diserap ke dalam aliran darah," terangnta.

Studi ini juga menemukan sucralose-6-acetate memiliki peradangan dan efek karsinogenik.

"Kami menemukan bahwa sel-sel usus yang terpapar sucralose-6-acetate telah meningkatkan aktivitas gen yang berhubungan dengan stres oksidatif, peradangan dan karsinogenisitas," kata Schiffman.

Karsinogen adalah zat atau organisme yang dapat menyebabkan kanker.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa atau The European Food Safety Authority (EFSA), menganggap pemanis buatan aman sementara National Health Service (NHS), Inggris, telah menguraikan tingkat konsumsi yang aman secara online.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.