Pengembangan Ekonomi Perdesaan Butuh Pembiayaan Murah
📅 Kamis, 25 Mei 2023, 01:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Sampai sekarang serapan lapangan kerja nasional itu 90 persen masih UMKM. Tapi kredit perbankan ke UMKM baru 21 persen pada 2022, padahal tahun 2024 ditargetkan pangsanya sudah mencapai 30 persen, sehingga dipastikan target tersebut tidak tercapai," kata Aloysius.
Langkah Sistematis
Lebih lanjut, dia mengatakan BI dan OJK semestinya memiliki langkah-langkah sistematis yang melibatkan banyak pihak, baik perbankan maupun kementerian terkait. Kementerian Koperasi dan UKM misalnya perlu memperkuat kerja sama dengan bank sentral dan bank-bank komersial untuk meningkatkan porsi kredit bank ke UMKM dengan berbagai skema yang dimungkinkan.
Selain itu, target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga perlu dinaikkan. Bank-bank pun diharapkan memacu kredit ke perdesaaan, bukan hanya karena ada program KUR yang bunganya disubsidi Pemerintah, tetapi betul-betul mereka bisa membuat skema pembiayaan berbiaya murah dengan mengorbankan NIM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bersamaan dengan itu, distribusi kredit UMKM secara sektoral harus juga makin mengarah ke sektor-sektor produktif atau non-perdagangan. Hal itu berarti kredit UMKM juga untuk memperkuat sektor industri pengolahan. Begitu juga sumber-sumber pembiayaan di luar perbankan juga dapat dimanfaatkan, tentu dengan kehati-hatian yang tinggi.
Porsi kredit ke UMKM pun harus di review karena 75 persen diantaranya masih ke perdagangan besar dan eceran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!