Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menilik Fenomena Flexing dari Sudut Pandang Kesejahteraan

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 11:37 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pertama, literasi keuangan kuat kaitannya dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan untuk mengelola keuangan seseorang.

Pemahaman terkait konsep dasar keuangan, seperti investasi, pentingnya menabung, hingga analisis risiko, tentu dapat memudahkan seseorang dalam membuat keputusan finansial yang bijak secara rasional, serta berdasarkan kondisi keuangan dan kebutuhan masa depan - bukan secara impulsif atau didorong media sosial.

Dengan demikian, seseorang tidak akan mudah terbuai oleh tren pamer harta di media sosial.

Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Global Financial Literacy Excellence Centre pada Maret 2023, Annamaria Lusardi, profesor bidang ekonomi dan akuntansi di George Washington University School of Business (GWSB) di AS mengatakan bahwa:


Financial knowledge not only enables us to cope with crises but, in a fast-changing world, it allows us to better plan for tomorrow.

Pengetahuan finansial tidak hanya memungkinkan kita untuk mengatasi krisis, tetapi di dunia yang cepat berubah ini, juga memungkinkan kita untuk merencanakan hari esok yang lebih baik.

Kedua, literasi keuangan dapat menjadi fondasi kita untuk menentukan bagaimana kita bersikap terhadap fenomena di sekitar kita.

Seseorang yang memiliki tingkat literasi keuangan yang baik dapat menghindari jebakan finansial. Misalnya, seseorang yang tidak memahami risiko investasi atau terlalu fokus pada tampilan glamor dapat terjebak pada penipuan hanya karena ingin membangun citra diri di media sosial.

Dengan pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola harta kekayaan melalui literasi keuangan, kita niscaya akan menghindari flexing beserta gaya hidup foya-foya yang tak mendatangkan keuntungan apapun.

Bagaimanapun juga, flexing tanpa diimbangi oleh kesadaran dan level literasi keuangan tertentu hanya akan membawa kita pada kecemasan dan kebangkrutan belakaThe Conversation

Novia Utami, Lecturer in Finance, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.