Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Sekolah Unggulan untuk Warga Miskin

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Sekolah Unggulan untuk Warga Miskin Doc: Antara
Ket. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melakukan audiensi dengan sejumlah pejabat dan tokoh dari berbagai lembaga di Ruang Rapat Menteri Sosial, Kantor Kemensos Salemba, Jakarta pada Rabu (21/5).

Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat tidak boleh dipandang sebelah mata karena setara dengan sekolah unggulan meski gratis dari sisi kualitas maupun fasilitasnya.

"Presiden ingin memuliakan orang miskin. Mereka harus punya akses pada fasilitas pendidikan bermutu, setara sekolah unggulan. Yang sekolah di situ hanya anak-anak miskin ekstrem, tanpa seleksi akademik, tanpa tes IQ. Yang penting, dia dari keluarga miskin dan mau sekolah,” ujar Mensos Saifullah saat audiensi dengan sejumlah pejabat dan tokoh dari berbagai lembaga di Kantor Kemensos Salemba, Jakarta pada Rabu (21/5).

Ia juga kembali menegaskan Sekolah Rakyat bukanlah sekolah alternatif karena sekolah unggulan yang didesain khusus untuk menjangkau mereka yang tertinggal.

Sisi unggulan ini, kata dia, salah satunya dapat ditinjau dari aspek kurikulum. Pendekatan yang digunakan Sekolah Rakyat berbasis pada potensi dan talenta anak

Aspek kesehatan anak juga menjadi perhatian utama sebelum dan selama para calon siswa dan siswa masuk sekolah.

Guna menjangkau anak-anak dari keluarga miskin, ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat akan dilakukan di berbagai titik di seluruh Indonesia secara bertahap.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat akan dibuka pada Juli 2025 di 63 titik.

Setelah 63 sekolah beroperasi, pemerintah pun menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di titik lainnya secara bertahap hingga 100 titik.

Selain sarana dan prasarana yang memadai, model pembelajaran yang fleksibel juga menjadi ciri khas Sekolah Rakyat.

Multi entry – multi exit. Kalau sudah selesai satu modul, boleh kerja dulu, lalu lanjut lagi. Tidak harus lulus dalam tiga tahun. Fleksibel,” kata Mensos.

Keinginan pihaknya ini tak lepas dari fakta mengenai kondisi siswa di Sekolah Rakyat dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Oleh karena itu, mereka harus diberi bekal pengetahuan dan skill untuk bertahan hidup dan mampu berkembang dari sisi ekonomi dan sosial.

Orang tua mereka di waktu bersamaan juga akan difasilitasi dengan program-program pemberdayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.