Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prakarsa Keamanan Global Tiongkok dan Sikap Indonesia

📅 Senin, 22 Mei 2023, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada dasarnya, PKG menjunjung sistem internasional yang berpusat pada peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum internasional, dan norma dasar hubungan antarbangsa berdasarkan Piagam PBB, termasuk sikap untuk tidak mencampuri urusan domestik negara lain dan menghindari invasi. Dengan kata lain, PKG mengakui wewenang PBB sebagai sarana pemerintahan global dan penjaga keamanan dunia.

Prinsip ini merupakan hal yang positif, mengingat PBB adalah satu-satunya forum yang menampung suara negara-negara dunia dan memiliki wewenang dalam menjaga keamanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi global.

PKG juga mendukung sentralitas ASEAN sebagai platform dialog keamanan kawasan, serta mendukung The ASEAN Way - konsensus (musyawarah) dalam mewadahi kepentingan pihak-pihak terkait. Dukungan ini sejalan dengan harapan ASEAN, yakni agar negara-negara besar tidak bertindak secara sepihak melainkan melibatkan ASEAN dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan kawasan.

PKG juga memberikan perhatian kepada negara-negara berkembang. Seperti yang telah dilakukan selama ini, Cina hadir di zona konflik di Afrika dengan mengutus pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB. Prakarsa ini pun menyerukan pendanaan yang berkesinambungan untuk Persatuan Afrika (African Union) dalam menjalankan tugas menjaga perdamaian. Untuk Amerika Latin, Karibia dan Timur Tengah, PKG menyerukan penguatan mekanisme kawasan dalam menjaga keamanan secara independen.

Namun demikian, ada 2 hal dalam PKG yang perlu mendapat perhatian khusus dari negara-negara lain, termasuk negara di Asia.

Pertama, PKG memiliki pemahaman tentang hukum internasional yang khas Cina, yaitu menghindari mekanisme hukuman internasional dan mengedepankan solusi politik.

Sekalipun PKG menyampaikan penghormatannya terhadap sistem global yang berdasarkan hukum dan norma internasional, namun Kertas Konsep PKG Bagian II Nomor 2 menyatakan bahwa "kedaulatan, kesetaraan antaranegara dan saling tidak mencampuri urusan internal negara lain adalah prinsip dasar hukum internasional".

PKG tidak menyebutkan bahwa penyelesaian sengketa secara damai menurut hukum internasional adalah salah satu prinsip dasar untuk menjaga tatanan dunia yang aman, stabil dan adil.

Poin utama PKG justru menekankan pada penyelesaian atau pembicaraan politik. Dalam dokumen sepanjang 5.591 kata (versi Bahasa Mandarin) atau 3.505 kata (veri terjemahan Bahasa Inggris) tersebut, penyelesaian atau solusi politik diulangi hingga 5 kali.

Ini artinya, Cina melalui PKG ini tidak menganjurkan atau menghindari mekanisme penyelesaian sengketa menurut hukum internasional, termasuk di ranah maritim. PKG melihat dialog atau konsultasi politik sebagai satu-satunya mekanisme yang efektif dalam menyelesaikan semua masalah antarnegara dan menolak mekanisme hukum internasional.

Kedua, penerapan PKG lebih menekankan pada penguatan platform atau forum kawasan yang berpusat pada Cina atau di mana Cina terlibat di dalamnya, seperti melalui China-Africa Peace and Security Forum, Middle East Security Forum, Beijing Xiangshan Forum, dan Global Public Security Cooperation Forum. Forum-forum tersebut tidak banyak, bahkan tidak sama sekali, membuka ruang bagi keterlibatan AS dan Jepang - 2 contoh rival strategis Cina.

Hal ini memberikan kesan kuat bahwa Cina ingin memainkan peran yang lebih dominan dalam politik dan keamanan global dengan meminggirkan pemain lama.

Bagaimana Indonesia harus bersikap?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Pemerintah lunasi utang obligasi BLBI

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Pemerintah lunasi utang obl...
Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Megapolitan
Agro eduwisata tanaman kopi...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.