Prakarsa Keamanan Global Tiongkok dan Sikap Indonesia
📅 Senin, 22 Mei 2023, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Salma Bashir Motiwala
Klaus Heinrich Raditio, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Global Security Initiative (Prakarsa Keamanan Global/PKG) pertama kali disampaikan oleh Presiden Cina Xi Jinping pada Boao Forum, April 2022, di Pulau Hainan, Cina.
Pada 21 Februari 2023, pemerintah Cina mempublikasikan Concept Paper (Kertas Konsep) yang menjabarkan inisiatif ini dengan lebih jelas.
PKG ini menjadi salah satu bentuk usaha Beijing untuk membentuk suatu tatanan dunia baru berdasarkan pemikiran khas Cina.
Seiring dengan berkembangnya kekuatan Cina saat ini, negara tersebut terlihat hendak melakukan 'revisi' atau 'modifikasi' terhadap tatanan dunia yang ada sekarang menjadi tatanan baru yang lebih sesuai dengan kepentingannya sebagai negara besar. Ini merupakan suatu upaya yang dapat dipahami.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu sebagai salah satu negara besar di Asia Tenggara, bagaimana Indonesia perlu merespons serta merumuskan sikap terhadap PKG ini?
Kebangkitan Cina
Dalam beberapa tahun terakhir ini, Cina telah memainkan peran kunci dalam ekonomi dunia, baik dalam perdagangan, inovasi teknologi, maupun bantuan untuk pembangunan negara-negara berkembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui Belt and Road Initiative, Cina juga telah membantu pendanaan infrastruktur di 151 negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Oseania.
Seiring dengan terlihat berkembangnya kekuatan Cina tersebut, negara ini semakin beraspirasi untuk menjadi salah satu penentu arah perjalanan sejarah dunia.
Kini, Cina terlihat sedang berusaha memperluas pengaruh ekonominya menjadi pengaruh politik dan, lebih jauh lagi, memainkan peran sebagai negara adikuasa, meskipun saat ini Cina tengah menghadapi defisit kepercayaan politik oleh beberapa negara tetangga dan negara yang berafiliasi dengan Barat.
Survei dari ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura tahun 2023 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di 7 negara ASEAN menganggap Cina tidak dapat dipercaya. Hanya Brunei, Kamboja dan Laos yang menunjukkan level kepercayaan yang memadai terhadap negara tersebut.
Di satu sisi, Cina berhasil melakukan pembangunan secara masif di bawah tatanan dunia yang kini masih didominasi oleh Amerika Serikat (AS). Di lain sisi, walaupun telah menjadi cukup kuat, ada beberapa kepentingan Cina yang tampaknya belum terakomodasi di tatanan dunia saat ini, seperti sengketa Laut Cina Selatan dan reunifikasi Taiwan.
Tentang Prakarsa Keamanan Global
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!