Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kesejahteraan, Perajin Keray Pelapah Sawit di Lebak Tumbuhkan Ekonomi Warga

📅 Minggu, 21 Mei 2023, 06:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kesejahteraan, Perajin Keray Pelapah Sawit di Lebak Tumbuhkan Ekonomi Warga Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Seorang perajin keray pelapah sawit di Kabupaten Lebak tengah memanggul keray setelah dijemur untuk dikeringkan sehingga cepat dijual ke pasar.

Lebak - Tingkatkan kesejahteraan. Pera Perajin keray pelapah sawit di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami sejak 13 tahun lalu menggeluti usaha ini dapat membangun rumah dan menyekolahkan anak,"kata Eman (55) seorang perajin keray pelapah sawit di Kampung Cihiyang Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak, Sabtu.

Perajin keray pelapah sawit di Kabupaten Lebak cukup sejahtera dan dapat membantu pendapatan ekonomi keluarga.

Mereka perajin keray mampu membangun rumah hingga menyekolahkan anak.

Sebelumnya, kata dia, Kampung Cihiyang Desa Rangkasbitung Timur kesulitan ekonomi, karena kebanyakan warganya buruh serabutan tani, buruh perkebunan dan mengojek.

Pendapatan ekonomi mereka di bawah Rp20 ribu/hari, sehingga banyak ana-anak mereka tidak mampu sekolah hingga SMA/SMK juga kondisi rumah terbuat dari bilik bambu.

Namun, saat ini masyarakat setempat dari tahun 2010 sampai sekarang cukup sejahtera dengan memproduksi kerajinan keray pelapah kelapa sawit.

Sebab, usaha kerajinan keray tersebut tidak mengeluarkan modal, karena bahan bakunya limbah pelapah kelapa sawit dari Perkebunan Nusantara III Cisalak Rangkasbitung.

Mereka setiap hari mengambil limbah pelapah sawit dari perkebunan untuk dijadikan kerajinan keray.

"Kami bisa memproduksi keray rata-rata tiga lembar/hari dan dijual ke penampung Rp35.000/lembar, sehingga menghasilkan pendapatan ekonomi rata-rata Rp105.000/hari,"kata Eman.

Menurut dia, pendapatan hasil kerajinan keray sawit sebesar Rp105.000/hari jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan pendapatan ekonomi tidak menentu.

Sebab, dirinya saat itu sebagai buruh serabutan tani dan jika tidak ada yang menyuruh tentu kesulitan ekonomi keluarga.

Akan tetap, setelah adanya kerajinan keray cukup terbantu ekonomi keluarga.

"Kami bisa menyekolahkan tiga anak hingga lulus SMA,"katanya menjelaskan.

Begitu juga perajin keray sawit lainya, Anda (50) mengaku dirinya sejak berkembang kerajinan keray sebagai alat untuk menutupi terik sinar matahari dan cepratan air hujan yang disimpan di halaman rumah cukup membantu ekonomi keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.