Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bogor Petakan Risiko Kesehatan Warga

📅 Rabu, 10 Mei 2023, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bogor Petakan Risiko Kesehatan Warga Doc: ANTARA/HO-PMI Kota Bogor
Ket. PMI Kota Bogor bersama IFRC dan ARC Gelar Kegiatan Pemetaan Potensi Risiko Kesehatan.

BOGOR - Sebagai bagian dari program Kesiapsiagaan dari Pandemi ke Endemi Berbasis Masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan pemetaan potensi risiko kesehatan. "Kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa PMI dapat melayani dengan lebih baik kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan," jelas Ketua PMI Kota Bogor,Edgar Suratman, yang dipantau Selasa (9/5).

"Dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko kesehatan yang mungkin terjadi di Bogor, kami berharap dapat meningkatkan kesiapan dan tanggap darurat dalam mengatasi masalah kesehatan di masa depan," tambah katanya. Edgar mengatakan ini saat peresmian kegiatan yang didukung juga International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Australian Red Cross (ARC). Dia menyatakan PMI Kota Bogor berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Dalam upaya tersebut, kegiatan pemetaan potensi risiko kesehatan menjadi salah satu langkah penting. Langkah ini guna memastikan kesiapan dan tanggap darurat dalam mengatasi masalah kesehatan masa depan. Kegiatan berlangsung 2-8 Mei di Kantor PMI dan empat kelurahan: Baranangsiang, Mekarwangi, Tanahbaru, dan Tegalgundil.

Para peserta yang hadir, antara lain perwakilan pemerintah, puskesmas, lembaga swadaya masyarakat, dan para kader kesehatan. Kegiatan juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengumpulan data. Kegiatan ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko kesehatan.

Pemetaan potensi risiko kesehatan dilakukan dengan mengumpulkan data berbagai sumber, termasuk survei masyarakat dan analisis data kesehatan. Tujuan utamanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor-faktor risiko kesehatan yang dapat berdampak pada kesehatan manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.