Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Pernah Jadi Tempat Favorit Perburuan Paus Sperma, Di Mana Saja?

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Pernah Jadi Tempat Favorit Perburuan Paus Sperma, Di Mana Saja? Doc: Phinemo/Instagram/lembatamanisle
Ket. Seorang pemburu paus bersiap menusukkan tombak ke hewan buruannya di perairan Lembata, NTT.

Achmad Sahri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Laut Indonesia - dahulu bernama Hindia Belanda - tak lepas dari lokasi perburuan paus sperma oleh pemburu dari Inggris dan Amerika Serikat sejak abad ke-18 sampai awal abad ke-20.

Temuan ini terkuak dari peta global aktivitas perburuan paus yang dipublikasikan peneliti Charles H. Townsend dari New Bedford Whaling Museum, Amerika Serikat. Peta tersebut menyajikan data bulanan kapan dan di mana kapal Amerika Serikat dan Inggris berburu paus selama 1761-1920 berdasarkan logbook dan jurnal hasil dokumentasi awak kapal pemburu.

Peta yang dirilis pada 1935 itu menunjukkan bahwa dari lima spesies paus yang dipetakan secara global oleh Townsend, dua diantaranya ditemukan di perairan Indonesia, yaitu paus sperma dan paus bongkok. Namun, hanya paus sperma yang memiliki data terbanyak. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa lalu, Indonesia merupakan lokasi favorit dalam perburuan paus sperma.

Riset yang saya lakukan bersama tim memperkuat peta Townsend. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Biogeography berhasil membuat gambaran yang lebih detail seputar perburuan paus sperma di Indonesia.

Studi kami sangat penting lantaran data keberadaan paus sperma di laut Indonesia saat ini amat jarang. Ongkos survei yang mahal umumnya menjadi kendala bagi kegiatan pengumpulan data tersebut. Untuk itu, data perburuan paus menjadi sumber alternatif untuk menguak informasi terkait sebaran paus sperma di masa lalu, sekaligus bekal pelestarian spesies ini di masa depan.

Empat lokasi penting era lawas

Peta Townsend hanya menyebutkan tiga lokasi perburuan (disebut whaling ground: perairan laut di mana paus lebih mudah ditemukan) di perairan Indonesia. Di antaranya adalah Molucca Passage Ground di perairan sekitar Maluku Utara/Halmahera, Celebes Sea Ground di perairan sebelah timur pulau Kalimantan dan utara Pulau Sulawesi, dan Sulu Sea Ground di perairan antara pulau Kalimantan (termasuk negara bagian Sabah, Malaysia) dan Filipina.

Kami kemudian menggunakan data perburuan tersebut untuk merekonstruksi habitat paus sperma di masa lalu dengan pemodelan sebaran spesies (Species Distribution Model atau SDM). Rekonstruksi dengan pemodelan ini sekaligus menjadi yang pertama dalam riset habitat paus sperma masa lalu di Indonesia.

Agar hasilnya komprehensif, pemodelan juga menambahkan variabel lingkungan yang menentukan sebaran paus sperma, seperti kedalaman laut, kemiringan dasar laut, dan topografi dasar laut (punggungan dasar laut, gunung laut, dan paparan benua).

Hasilnya, riset kami berhasil mengidentifikasi empat lokasi penting atau habitat inti paus sperma di masa lalu - lokasinya sedikit berbeda dengan hasil analisis Townsend. Keempat lokasi tersebut adalah Laut Banda bagian barat, Molucca Passage Ground, perairan di Papua sebelah utara, dan Sulu Sea Ground.

Riset kami juga membagi lokasi perburuan paus sperma per tiga bulan berdasarkan musim yang ada di Indonesia (yaitu, musim timur atau monsun tenggara (Juni - Agustus), musim barat atau monsun barat daya (Desember - Februari), dan dua musim pancaroba (pancaroba 1 pada Maret - Mei; dan pancaroba 2 selama September - November). Pembagian ini lebih detail dibandingkan peta Townsend yang hanya membagi lokasi perburuan paus per enam bulan (April - September dan Oktober - Maret).

Pembagian ini akhirnya menguak informasi baru bahwa, di beberapa lokasi, paus sperma hanya dapat ditemukan pada musim-musim tertentu. Sebagai contoh, di masa lalu, paus sperma tidak dapat dijumpai di utara Papua pada musim monsun tenggara, begitu pula di Laut Sulawesi pada musim monsun barat daya.

Paus sperma juga tidak dijumpai di selatan Jawa pada musim pancaroba 1 (antara bulan Maret - Mei) dan di Selat Tores di selatan Merauke pada musim pancaroba 2 antara bulan September - November.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.