Indonesia Pernah Jadi Tempat Favorit Perburuan Paus Sperma, Di Mana Saja?
📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMelihat dampak perburuan
Sejak paruh kedua abad ke-19, perburuan paus mulai surut seiring penemuan bahan pengganti produk paus dan moratorium perburuan paus komersial oleh Komisi Paus Internasional.
Kendati begitu, masih ada praktik perburuan paus tradisional yang dilakukan sejumlah komunitas di dunia.
Salah satu contohnya di Lamalera, Nusa Tenggara Timur,. Praktik ini merupakan bagian dari budaya masyarakat lokal dan telah dicatat oleh pelaut Portugis sejak tahun 1600an.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski perburuan masih ada, dampaknya sulit diukur karena belum ada data pasti seputar jumlah populasi paus sperma saat ini di empat lokasi utama yang kami temukan. Yang jelas, Uni Internasional untuk Konservasi Alam atau IUCN menggolongkan paus sperma sebagai spesies rentan atau Vulnerable karena populasinya pernah menurun drastis dan proses pemulihan populasi yang relatif lambat.
Karena itulah, kita memerlukan lebih banyak penelitian seputar kondisi dan sebaran populasi paus sperma di Indonesia. Berdasarkan informasi dari masa lalu, kita setidaknya dapat memprioritaskan studi di area-area yang pernah terdeteksi sebagai habitat inti paus sperma di masa lalu. Informasi ilmiah yang memadai dapat menjadi masukan bagi strategi pengelolaan dan perlindungan satwa ini, terutama karena peningkatan aktivitas perikanan dan lalu lintas kapal di perairan tanah air.![]()
Achmad Sahri, Peneliti di Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!