Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Beras di Masyarakat Cukup
📅 Kamis, 13 Apr 2023, 10:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2023, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog perlu ditingkatkan.
Demikian terungkap dalam diskusi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertema "Stok Beras Jelang Lebaran Cukup atau Kurang?", Jakarta, Rabu (12/3).
Diskusi ini dihadiri Deputi I Bidang Ketersediaan xan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Direktur PPHP Ditjen Tanaman Pangan Batara Siagian, dan Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Sutarto Alimoeso.
Menurut Ketut, jika melihat data KSA BPS produksi beras, maka cadangan pangan khususnya beras yang ada di masyarakat cukup. Namun diakui, cadangan beras pemerintah (CBP) perlu ditingkatkan. Stok CBP per 11 April sekitar 292 ribu ton ditambah stok ID FOOD sekitar 200 ton. Dengan demikian, stok beras nasional sebanyak 492 ribu ton masih mencukupi kebutuhan nasional hingga Mei.
Sepeti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menugaskan Bulog menggelontorkan bantuan beras sebanyak 10 kg kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan diberikan selama tiga bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan kebutuhan beras pemerintah per bulan sebanyak 213 ribu ton untuk bansos dan 100 ribu ton untuk kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). "Jadi selama tiga bulan, April, Mei, Juni, kebutuhan beras untuk melaksanakan program pemerintah sebanyak 900 ribu ton lebih," ujarnya.
Untuk menjaga ketersediaan stok CBP, Bapanas telah memerintahkan Bulog menyerap gabah hasil panen raya petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Saat ini HPP untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dari Rp 4.200/kg menjadi Rp 5.000/kg.
"Saya tegaskan, Bulog harus menyerap gabah petani dengan harga HPP, tidak boleh di bawah HPP," katanya. Jika di lapangan ternyata harga gabah petani di atas HPP, menurut Ketut, justru menjadi keuntungan bagi petani dan Bulog sesuai kebijakan tidak boleh membeli di atas HPP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun demikian, untuk menutupi CBP, Ketut mengakui Pemerintah tidak bisa menunggu pengadaan dari dalam negeri. Sebab di beberapa wilayah, panen sudah mencapai 50-70 persen, tapi harga gabah masih di atas HPP. "Pemerintah terpaksa mengambil langkah pemenuhan dari luar negeri," katanya.
Pada 2023, pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor sebanyak 2 juta ton beras. Namun sebanyak 500 ribu ton akan didatangkan sebelum Lebaran. "Tatkala sudah terpenuhi di dalam negeri, sisa impor tidak dilakukan karena target yang dibebankan kepada Bulog 2,4 juta ton di tahun 2023. Minimal dan ending stoknya harus ada 1 juta ton," tuturnya.
Produksi Surplus
Sementara itu, Batara mengatakan, berdasarkan data KSA BPS produksi padi Januari-April 2023 sebanyak 23,31 juta ton GKG dari luas pertanaman sekitar 4,37 juta hektare (ha). Artinya, akan ada surplus sekitar 3,22 juta ton beras. "Jadi, sebenarnya kalau secara produksi kita tidak perlu resah," ucap Batara.
Kementerian Pertanian, kata Batara, telah melakukan konsolidasi dengan penggilingan padi di daerah-daerah sentra produksi. Sebab, akhir dari padi itu adalah beras yang ada di penggilingan. Dari hasil konsolidasi ternyata penggilingan telah membangun market sendiri tanpa melalui pasar induk atau kerja sama dengan Bulog.
"Ada perbedaan perilaku dari penggilingan. Jika dulunya sebagian bekerja sama dengan Bulog. Tapi kini mereka relatif membangun market sendiri tanpa melalui pasar induk atau melalui kerja sama dengan Bulog," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!