Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Global Sangat Bergantung Tiongkok dan India

📅 Senin, 10 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Global Sangat Bergantung Tiongkok dan India Doc: ISTIMEWA

» IMF melihat aktivitas ekonomi di AS dan kawasan Euro melambat. Suku bunga di sana lebih tinggi dan membebani permintaan.

» Negara-negara berkembang seperti Indonesia harus mengupayakan agar ekonomi dalam negeri bergerak lebih cepat.

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi dunia pada 2023 tumbuh kurang dari 3 persen. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam keterangannya yang diterima baru-baru ini mengatakan dari proyeksi tersebut, Tiongkok dan India diproyeksikan menyumbang setengah dari pertumbuhan ekonomi global tahun ini.

"Pertumbuhan masih lemah menurut perbandingan historis, baik dalam jangka pendek maupun menengah," kata Georgieva, dalam pidatonya di Washington DC menjelang pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia pekan depan.

Lebih lanjut, dia mengatakan beberapa momentum datang dari emerging economy dan Asia merupakan titik terang. "Tiongkok dan India diperkirakan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023, sedangkan negara-negara lainnya menghadapi jalan yang lebih terjal," katanya.

Di sisi lain, IMF juga melihat aktivitas ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan kawasan Euro melambat. Suku bunga di sana lebih tinggi dan membebani permintaan.

Menurut Georgieva, sekitar 90 persen perekonomian maju diproyeksikan mengalami penurunan tingkat pertumbuhan pada tahun ini. "Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan inflasi yang masih tinggi, pemulihan yang kuat masih sulit diwujudkan," kata Georgieva.

Sebaiknya Anda baca juga:

IMF juga memproyeksikan pertumbuhan global tetap berada pada angka sekitar 3 persen selama lima tahun ke depan atau terendah sejak 1990 dan jauh di bawah rata-rata 3,8 persen dari dua dekade terakhir.

"Hal ini membuat semakin sulit untuk mengurangi kemiskinan, memulihkan dampak ekonomi akibat krisis Covid-19, serta memberikan peluang baru dan lebih baik untuk semua," kata Georgieva.

Tidak Mandiri

Pakar ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan apa yang dipaparkan petinggi IMF harus diantisipasi oleh pemerintah.

Tingginya kebergantungan Indonesia terhadap Tiongkok dan India akan merugikan Indonesia untuk jangka panjang. Kebergantungan pada negara-negara luar membuat sulit mandiri secara ekonomi dan rentan terhadap dinamika global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.