Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Global Sangat Bergantung Tiongkok dan India

📅 Senin, 10 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Perlu bagi kita untuk lebih serius soal pencanangan hilirisasi. Kemandirian ekonomi ini seharusnya makin kuat," kata Suhartoko.

Dihubungi terpisah, pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Imron Mawardi, mengatakan ramalan Dana Moneter Internasional (IMF) tersebut menunjukkan kondisi perekonomian dunia masih belum mengalami banyak perubahan, dan Indonesia harus mewaspadai tren penurunan harga komoditas.

"Proyeksi IMF ini tidak jauh berbeda dari tahun 2022 yaitu 2,9 persen. Ini menunjukkan kondisi dunia belum banyak mengalami perubahan. Dampak krisis masih dirasakan di pusat-pusat ekonomi dunia seperti Amerika dan Eropa. Itu terlihat dari penetapan suku bunga mereka yang masih tinggi, sehingga ini menghambat perkembangan bisnis dengan tingginya bunga kredit," kata Imron.

Namun, justru negara-negara dengan jumlah penduduk besar yang masih tetap terjaga seperti Tiongkok dan India, karena mereka tertolong oleh tingkat konsumsi warganya. Ini juga dialami Indonesia yang terlihat dari pertumbuhan tahun lalu masih cukup tinggi, 5,2 persen.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan situasi saat ini memaksa semua negara berorientasi pada pasar domestik. Makanya, banyak negara melakukan proteksi terhadap komoditas dalam negeri terutama pangan.

"Kita menyaksikan AS yang terus menaikkan suku bunganya yang ditengarai tidak hanya untuk kepentingan meredam inflasi, tapi juga untuk menarik pulang modal yang selama ini memompa pertumbuhan kawasan lain di seluruh dunia. Ada tekanan kondisi faktual lain, seperti perubahan iklim dan ada tekanan geopolitik, yakni perang Russia- Ukraina dan juga ketegangan dengan Tiongkok," jelas Maruf.

Dengan kondisi tersebut, negara-negara berkembang seperti Indonesia harus mengerahkan segala daya upaya agar ekonomi dalam negeri bergerak lebih cepat tanpa mengandalkan perdagangan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Luar Negeri
Singapura Gandeng Tiongkok ...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.