Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Studi Baru Mengungkap dari Mana Oksigen di Bumi Berasal

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasil Studi Baru Mengungkap dari Mana Oksigen di Bumi Berasal Doc: The Conversation/Dylan McKevitt
Ket. Batuan granitoid berusia 2750 hingga 2670 juta tahun yang dikumpulkan dari benua Arkean yang terbesar dapat membantu mengungkap kisah asal muasal oksigen di Bumi.

David Mole, Laurentian University; Adam Charles Simon, University of Michigan, dan Xuyang Meng, University of Michigan

Jumlah oksigen di atmosfer Bumi membuat Bumi menjadi planet yang layak huni.

Dua puluh satu persen atmosfer terdiri dari elemen pemberi kehidupan ini. Namun, di masa lampau - pada era Neoarkhaikum tepatnya 2,8 hingga 2,5 miliar tahun yang lalu - oksigen hampir tidak ada.

Jadi, bagaimana atmosfer Bumi menjadi memiliki oksigen?

Penelitian kami yang diterbitkan di Nature Geoscience, menunjukkan sebuah kemungkinan baru yang menarik: bahwa setidaknya sebagian oksigen awal Bumi berasal dari sumber tektonik melalui pergerakan dan penghancuran kerak Bumi.

Bumi Zaman Arkean

Zaman Arkean mewakili sepertiga sejarah planet kita, dari 2,5 miliar tahun yang lalu hingga 4 miliar tahun yang lalu.

Bumi yang asing ini merupakan sebuah dunia air yang diselimuti lautan hijau, kabut metana, dan sama sekali tidak memiliki kehidupan multi sel. Aspek lain yang asing dari dunia ini adalah sifat aktivitas tektoniknya.

Di era Bumi saat ini, aktivitas tektonik yang dominan disebut lempeng tektonik, di mana kerak samudra - lapisan terluar Bumi di bawah lautan - tenggelam ke dalam mantel Bumi (area antara kerak Bumi dan intinya) pada titik-titik pertemuan yang disebut zona subduksi. Namun, ada perdebatan yang cukup besar mengenai apakah lempeng tektonik beroperasi pada era Arkean.

Salah satu ciri dari zona subduksi modern adalah keterkaitannya dengan magma yang teroksidasi.

Magma ini terbentuk ketika sedimen teroksidasi dan air dasar - air dingin dan padat di dekat dasar laut - dimasukkan ke dalam mantel bumi. Proses ini menghasilkan magma dengan kandungan oksigen dan air yang tinggi.

Penelitian kami bertujuan untuk menguji apakah ketiadaan bahan yang teroksidasi di perairan dan sedimen dasar era Arkean dapat mencegah pembentukan magma yang teroksidasi. Identifikasi magma semacam itu dalam batuan magmatik Neoarkean dapat memberikan bukti bahwa subduksi dan lempeng tektonik terjadi 2,7 miliar tahun yang lalu.

Eksperimen untuk Mencari Asal Oksigen

Kami mengumpulkan sampel batuan granitoid berusia 2750 hingga 2670 juta tahun dari seluruh subprovinsi Abitibi-Wawa di Provinsi Superior - benua Arkean terbesar yang diawetkan yang membentang lebih dari 2.000 km dari Winnipeg, Manitoba ke timur jauh Quebec, Kanada. Hal ini memungkinkan kami untuk menyelidiki tingkat oksidasi magma yang dihasilkan di seluruh era Neoarkean.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.