Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan, Menkeu: Asean Butuh Investasi US$27 Miliar Energi Terbarukan

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan, Menkeu: Asean Butuh Investasi US$27 Miliar Energi Terbarukan Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan terkait pembiayaan transisi energi di Badung, Bali, Rabu (29/3/2023).

BADUNG - Perkuat upaya pelestarian lingkungan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan negara di kawasan Asean membutuhkan investasi sebesar 27 miliar dollar AS untuk mendukung energi terbarukan setiap tahun.

"Negara di kawasan Asean sangat bergantung kepada bahan bakar minyak fosil," kata Sri Mulyani Indrawati di Badung, Bali, Kamis (30/3).

Menurut dia, nilai investasi per tahun itu dibutuhkan guna mendukung ambisi mewujudkan kontribusi 20-23 persen pemanfaatan energi terbarukan pada 2025 di kawasan itu.

Sedangkan selama periode 2016-2021 investasi bidang energi terbarukan di kawasan Asean baru mencapai sekitar delapan miliar dollar AS per tahun. Menkeu menyebutkan pada 2019, pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) fosil berkontribusi lebih dari 75 persen di Asia Tenggara, sedangkan energi terbarukan baru mencapai 14 persen.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan proporsi pemanfaatan baru bara pada 2022 di Asean mencapai sekitar 32 persen dari total energi. Sedangkan Indonesia, capaiannya lebih tinggi yakni mencapai sekitar 60 persen dari total energi campuran di Tanah Air sehingga menjadi tantangan yang besar.

"Untuk bisa mewujudkan emisi nol pada 2060 atau lebih cepat, ini tidak mungkin terjadi tanpa mengatasi masalah pembangkit listrik batu bara," imbuh Sri Mulyani.

Menkeu lebih lanjut menjelaskan emisi gas rumah kaca dari sektor energi khususnya yang disumbangkan pembangkit listrik uap (PLTU) bertenaga batu bara menjadi kontributor utama emisi karbon secara global.

Berdasarkan laporan Badan Energi Internasional, pembangkit listrik tenaga baru bara diperkirakan menghasilkan sekitar 38 persen emisi CO2 dari sektor energi pada 2019.

Pemerintah Indonesia membutuhkan sekitar 4.002 triliun rupiah atau 281 miliar dollar AS investasi dalam jangka panjang untuk mendukung pengurangan emisi karbon sesuai komitmen kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC).

Sedangkan hingga 2021, Indonesia menggelontorkan investasi 313 triliun rupiah untuk pengurangan emisi karbon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Aj...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.