Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset: Tanah Vulkanik Indonesia Mengandung Zat Berbahaya bagi Manusia dan Lingkungan

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Batuan vulkanik yang kami teliti mengandung 6 ppm merkuri dan batuan sekitar kawah dapat mengandung hingga sekitar 22 ppm merkuri. Nilai ini melebihi ambang batas kandungan merkuri dalam tanah di Finlandia, Kanada, Italia, Belanda, Uni Eropa, Vietnam yang rata-rata kurang dari 1 ppm.

Zat ini dapat dijumpai pada beberapa jenis kosmetik dan alat kesehatan seperti termometer. Zat ini juga banyak digunakan pada pengolahan emas. Sumber utama merkuri di alam berasal dari mineral sinabar (cinnabar) dan dikenal berbahaya karena bersifat racun dan karsinogenik.

Regulasi dan Kewaspadaan Masih Kurang

Indonesia belum memiliki ketentuan khusus yang mengatur batas kandungan zat-zat tersebut dalam tanah (baku mutu tanah). Sejauh ini, penelitian zat berbahaya dalam tanah di Indonesia masih sedikit; rata-rata masih menggunakan acuan luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi di tanah air.

Pengaturan ambang batas (threshold) ini penting untuk menilai tingkat ancaman dari keberadaan zat berbahaya dalam tanah terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Ambang batas adalah tingkatan batas yang masih dapat diterima atau ditoleransi.

Beberapa negara telah mengeluarkan peraturan terkait ambang batas kandungan zat berbahaya dalam tanah termasuk di antaranya Finlandia, Kanada, Belanda, Uni Eropa, Thailand, dan Vietnam.

Masyarakat juga perlu lebih waspada saat mengonsumsi produk pangan yang berasal dari daerah dengan kandungan zat berbahaya tinggi. Pasalnya, tamanan maupun produk pangan dapat mengandung sejumlah kecil zat berbahaya tersebut lantaran menyerap nutrisi dari tanah.

Pelaku pariwisata juga hendaknya menaruh perhatian pada keberadaan zat-zat berbahaya tersebut. Langkah yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi dan menandai area penyebaran zat berbahaya di lokasi wisata yang dikelola. Informasi tersebut dapat disampaikan dalam panduan pengunjung.

Selain untuk kewaspadaan, pengetahuan tentang kandungan zat berbahaya yang secara alami terkandung dalam tanah juga penting dalam studi evaluasi (asesmen) pencemaran ataupun degradasi (penurunan mutu) tanah.

Lebih lanjut, wawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuka peluang untuk kajian-kajian baru yang memperkuat alasan perlunya kebijakan terkait baku mutu tanah. Harapannya, hal ini menjadi acuan yang lebih sesuai untuk mengevaluasi kualitas tanah di Indonesia.The Conversation

Anita Yuliyanti, Peneliti Ahli Pertama bidang Geologi, Indonesian Institute of Sciences (LIPI)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.