Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berdayakan Warga Miskin di Level 'Kalurahan' Salah Satu Solusi Atasi Kemiskinan

📅 Minggu, 19 Mar 2023, 19:52 WIB | Oleh:

Nah yang terpenting, memang bagaimana detil-detil kecil perubahan di kalurahan bisa didorong. Dimulai dari data kemiskinan, pak lurah wajib mengetahui.

Bisa dijelaskan lebih rinci lagi?

Selanjutnya, dari data tersebut bisa dipilah misalnya mana masyarakat miskin yang sudah tidak produktif dan mana yang usia produktif. Untuk usia produktif, diarahkan ke program-program perluasan kesempatan kerja di kalurahan, yang salah satunya melalui pengembangan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).

Sementara yang sudah tidak produktif atau lansia, Ngarsa Dalem sudah menyampaikan akan dibantu dengan bansos seumur hidup.

Jadi, apa yang akan Anda lakukan untuk mereformasi kalurahan?

Ada empat poin yang mesti direformasi, yakni sumber daya manusianya, keuangannya, regulasi/SOP-nya, dan budaya kerjanya. Misalnya terkait SDM-nya, bila lurah dan pamong benar-benar menepati jam kerja, produktif dan profesional, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat, maka akan lebih mudah memunculkan program-program pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana dengan pembinaan dan pengawasannya?

Oleh Pemkab dan Pemda DIY. Tapi ada lapis pengawasan pertama langsung oleh masyarakat.

Sekarang kita pakai Sistem Informasi Kalurahan (Sinkal) untuk memaksimalkan binwas. Akan dipasang di seluruh kalurahan, 392 kalurahan, absen sidik jari yang terhubung ke Sinkal sehingga warga bisa tahu lurahnya masuk dan pulang pukul berapa. Tentu aparat kelurahan lain juga wajib absen sidik jari.

Sinkal juga berguna untuk menyimpan informasi kalurahan yang bisa diakses publik 24 jam. Contohnya populasi ada berapa penduduk, perempuan laki, lansia, SD, SMP, SMA, sampai keinfrastruktur, gedung, bahkan status tanah.

Untuk status tanah di kalurahan bagaimana?

Semua informasi yang terkait dengan pertanahan, khususnya tanah SG/PAG dan tanah kalurahan, masuk dalam Sinkal. Sistem itu bisa diakses masyarakat melalui QR-Code yang terpasang pada papan penanda keistimewaan. Misalnya ada mahasiswa mau merancang program KKN, program-program pemberdayaan masyarakat, CSR, tinggal men-scan QR-Code untuk memperoleh data status tanah kalurahan.

Nah, program-program mahasiswa tersebut bisa menjadi masukan dalam RPJM Kal, sehingga ada sinkronisasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Ini bentuk sinergi 4K (Kasultanan/Kadipaten, Kaprajan, Kalurahan, dan Kampus).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.