Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Strategis, Wali Kota Tawarkan Makassar Jadi Hub Investasi Kawasan Indonesia Timur

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 05:48 WIB | Oleh:
Strategis, Wali Kota Tawarkan Makassar Jadi Hub Investasi Kawasan Indonesia Timur Doc: antara foto
Ket. Business Investment Forum yang merupakan rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) ke XXXV, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026 di Kota Makassar.

MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menawarkan kotanya sebagai hub investasi di kawasan Indonesia Timur (Intim) pada Business Investment Forum yang merupakan rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) ke XXXV, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026.

“Kenapa Makassar? Karena, pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi dengan menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City,” kata Munafri di Makassar, Senin (3/8).

Forum nasional bertajuk "Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global' itu diikuti pengurus Apindo dari seluruh Indonesia, termasuk Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M Jusuf Kalla.

Dalam forum tersebut, Munafri sebagai pembicara bersama Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, Kepala DPMPTSP Kalimantan Utara, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta Direktur Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Apindo Sherly Susilo.

Di hadapan para pengusaha, Munafri yang akrab disapa Appi, memaparkan sejumlah keunggulan Kota Makassar yang dinilai menjadi modal penting dalam menarik investasi.

Dia menjelaskan posisi Makassar semakin strategis karena berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan aktivitas ekonomi antara Australia, Asia, hingga benua lainnya.

"Posisi tersebut memperkuat Makassar sebagai hub pergerakan barang, jasa, sekaligus tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur," kata dia.

Appi menegaskan investasi menjadi salah satu sektor penting bagi Makassar, karena kota ini tidak memiliki sumber daya alam seperti sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya memastikan kemudahan, hospitality, serta jaminan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Makassar.

“Mungkin Makassar satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan, kota yang punya dua alur penghubung ekonomi, yaitu Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional, yang mampu menghubungkan proses barang dan jasa langsung ke tujuan ekspor dan impor,” ujarnya.

Ia memaparkan tren realisasi investasi Makassar yang terus meningkat. Setelah mengalami koreksi pada 2024, realisasi investasi kembali menunjukkan rebound pada 2025, ditandai dengan meningkatnya investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) sekaligus pertumbuhan investasi dalam negeri.

Appi menyebut lima negara yang memiliki investasi besar di Kota Makassar, yakni Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.