Wisatawan Alami Kecelakaan, Pemkab Lombok Tengah Perbarui Rambu Bahaya di Lokasi Wisata
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 05:28 WIB | Oleh: SriyonoLOMBOK TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merencanakan pembaruan rambu bahaya di sejumlah tempat wisata dalam mengantisipasi kecelakaan laut bagi wisatawan atau masyarakat.
"Rambu-rambu bahaya di tempat wisata itu telah dipasangkan semua, hanya saja ada yang rusak maupun hilang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lali Muhammad Hatta di Lombok Tengah, Senin (3/8).
Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang mengusulkan anggaran untuk revitalisasi rambu bahaya di semua tempat wisata di Lombok Tengah, sehingga tidak terjadi kecelakaan.
"Kami segera melakukan update rambu bahaya di tempat wisata tersebut," katanya.
Ia mengatakan peristiwa kecelakaan yang menimpa wisatawan di batu karang di pantai Semeti tersebut bukan hanya kali ini terjadi, namun kawasan tersebut cukup berbahaya bagi wisatawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kawasan itu cukup berbahaya, karena itu batu karang dan ombaknya cukup besar," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada wisatawan maupun masyarakat untuk tidak pergi ke tempat wisata yang berbahaya, apalagi hanya sekedar untuk selfi atau mengambil video.
"Tempat itu memang cukup ekstrem," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan beberapa tempat wisata yang dipasangkan rambu bahaya itu direncanakan di semua destinasi baik itu di kawasan pantai maupun air terjun serta di kawasan wisata buatan.
"Yang jelas kami update di semua tempat wisata, sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan," katanya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan Mataram mengevakuasi empat wisatawan yang jatuh saat berswafoton atau selfie di kawasan Pantai Semeti Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.
"Dari empat korban, satu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika Gde Eka Suarjana di Lombok Tengah, Minggu.
Ia mengatakan peristiwa yang menimpa korban bermula ketika mereka pergi ke Pantai Semeti dan pada, Minggu sekitar pukul 12.00 wita korban atas nama Sabila asal Desa Sekotong, Anisa asal Desa Karang Bakan Kuripan, Dimas dan Fedi asal Pancor Tempos.
"Pada saat selfie korban Sabila terjatuh dari tebing dan terseret ombak dan ketiga rekan mencoba meraih dan menolong korban," katanya.
Selain itu, mereka meminta bantuan kepada orang sekitar dan nelayan setempat untuk membantu menolong korban serta meneruskan informasi tersebut ke Tim SAR Mandalika meminta bantuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!