Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Salah Gunakan Peluru Karet di Seluruh Dunia

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 02:40 WIB | Oleh:
Polisi Salah Gunakan Peluru Karet di Seluruh Dunia Doc: istimewa
Ket. Patrick Wilcken

LONDON - Amnesty International pada Selasa (14/3) memperingatkan bahwa penggunaan peluru karet dan proyektil lainnya oleh polisi terhadap pengunjuk rasa damai, telah menjadi semakin rutin di seluruh dunia sehingga menyebabkan banyak cedera mata dan bahkan kematian.

Kelompok yang berbasis di London, Inggris, itu pun menyerukan regulasi global yang lebih baik untuk perdagangan dan penggunaan peralatan kepolisian semacam itu, yang juga disebut sebagai senjata yang tidak terlalu mematikan, setelah penelitian di lebih dari 30 negara selama 5 tahun terakhir.

"Ribuan pengunjuk rasa dan penonton telah menjadi cacat dan puluhan lainnya terbunuh oleh penggunaan senjata penegak hukum yang sering sembrono dan tidak proporsional," kata Amnesty International dalam laporan terbaru berjudulMy Eye Exploded.

Kecaman ini menyasar senjata peluru karet dan granat gas air mata yang ditembakkan langsung ke para demonstran di Amerika selatan dan tengah, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Serikat.

"Telah terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam cedera mata, termasuk pecahnya bola mata, ablasi retina dan hilangnya penglihatan," kata Amnesty.

Di Cile saja, menurut Institut Nasional untuk Hak Asasi Manusia negara itu, tanggapan polisi terhadap protes sejak Oktober 2019 menyebabkan lebih dari 30 kasus kehilangan penglihatan. Demonstran lain di negara-negara yang disurvei juga menderita patah tulang dan tengkorak, cedera otak, pecahnya organ dalam, atau jantung dan paru-paru tertusuk akibat patah tulang rusuk.

Laporan yang ditulis bersama Omega Research Foundation yang berbasis di Inggris juga menemukan akibat penggunaan senjata itu demonstran telah terbunuh.

"Di Irak, pasukan keamanan dengan sengaja menembakkan granat khusus yang 10 kali lebih berat dari amunisi gas air mata pada pengunjuk rasa, menyebabkan setidaknya dua lusin kematian pada 2019."

Di Spanyol, penggunaan proyektil karet seukuran bola tenis telah menyebabkan setidaknya satu kematian akibat trauma di kepala.

"Kontrol global yang mengikat secara hukum pada pembuatan dan perdagangan senjata yang tidak terlalu mematikan bersama dengan pedoman efektif tentang penggunaan kekuatan sangat dibutuhkan untuk memerangi siklus pelanggaran yang meningkat," kata Patrick Wilcken dari Amnesty International.SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.