Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

8-10 Persen Orang Indonesia Idap Penyakit Langka, Apa yang Harus Dilakukan?

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
8-10 Persen Orang Indonesia Idap Penyakit Langka, Apa yang Harus Dilakukan? Doc: The Conversation/Flicker/Bhopal Medical Appeal
Ket. Toheed dari Bhopal India menderita penyakit langka Distrofi Otot Duchenne (Duchenne Muscular Dystrophy) sehingga tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda.

Yonika Larasati, Université de Genève dan Sarmoko, Institut Teknologi Sumatera

Pejabat Kementerian Kesehatan Indonesia pada Desember 2022 memperkirakan 8-10% dari populasi Indonesia atau sekitar 27 juta orang, mungkin terkena penyakit langka.

Angka ini cukup mengejutkan dan sangat mendesak bagi Indonesia untuk membentuk register nasional atau daftar resmi penyakit langka. Di negeri ini, ketiadaan register nasional mempersulit pendataan jumlah pasti orang yang terkena penyakit langka.

Secara kumulatif, ada sekitar 300 juta penderita penyakit langka di seluruh dunia. Jumlah ini sebanding jumlah penderita kanker atau penyakit kardiovaskular.

Jumlah penyakit langka saat ini yang terdeteksi mencapai lebih dari 6.000 penyakit langka di penjuru dunia. Namun, obat yang tersedia hanya mampu mengobati 5% dari jumlah penyakit terdeteksi tersebut.

Seperti namanya, penyakit langka memiliki prevalensi rendah dalam populasi, yaitu mempengaruhi 1 dari 2000 orang.

Masalahnya, penyakit langka sering kali diabaikan di sektor kesehatan. Namun, Indonesia baru-baru ini telah memiliki alat yang bisa digunakan untuk deteksi penyakit langka.

Tantangan dan Keterbatasan

Tidak adanya register nasional akan mempersulit pendataan jumlah pasti orang yang terkena penyakit langka. Penyakit langka sering kali bersifat kronis, progresif (memiliki potensi untuk terus memburuk atau menyebar), dan mengancam jiwa.

Sekitar 80% kasus disebabkan oleh cacat genetik atau mutasi. Diagnosis biasanya membutuhkan analisis genetik, yang seringkali tidak tersedia di Indonesia.

Kolaborasi dengan negara lain telah terjalin untuk mengatasi masalah ini.

Namun, diagnosis masih bisa memakan waktu bulanan atau bahkan tahunan. Pengobatan mungkin tidak tersedia atau memerlukan biaya tinggi.

Tantangan dalam diagnosis dan pengobatan ini tentu membebani sistem pelayanan kesehatan. Perhatian dan sumber daya dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi penyakit langka di Indonesia.

Pentingnya Mempelajari Genomik dan Biologi Molekuler

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.