Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

8-10 Persen Orang Indonesia Idap Penyakit Langka, Apa yang Harus Dilakukan?

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan farmasi dapat bergabung untuk mengeksplorasi sifat penyakit langka dan menemukan pengobatannya.

Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah penggunaan ulang obat, yang melibatkan penggunaan obat yang telah disetujui untuk indikasi baru (drug-repurposing approach), termasuk untuk penyakit langka. Hal ini dapat memberikan pilihan pengobatan yang lebih terjangkau.

Pendirian BGSi dan fasilitas cryo-EM menandai tonggak penting dalam upaya Indonesia untuk mendiagnosis dan meneliti penyakit langka.

Dengan kemitraan dan strategi yang tepat, Indonesia memiliki posisi strategis untuk membuat terobosan dalam memahami kompleksitas penyakit langka dan mengembangkan pengobatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.The Conversation

Yonika Larasati, PhD student, Université de Genève dan Sarmoko, Faculty Member at Pharmacy Department, Institut Teknologi Sumatera

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

19 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.