Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Upayakan Khasiat Kelor Asal Indonesia Diterima Masyarakat Dunia

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 06:50 WIB | Oleh:
Menkes Upayakan Khasiat Kelor Asal Indonesia Diterima Masyarakat Dunia Doc: kemkes.go.id

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, menginginkan khasiat dari tumbuhan kelor di Indonesia dapat diterima oleh masyarakat internasional.

"Kami akan menjadikan kelor sebagai salah satu makanan tradisional dan herbal Indonesia. Kami akan riset secara formal, mendukung risetnya supaya bisa diterima di kalangan internasional," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa(7/3).

Menkes Budi Gunadi mengatakan kelor menjadi makanan tradisional dan tanaman herbal Indonesia sebagaimana ginseng dari Korea.

"Saya ingin mengimbangi seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional," ujar MenkesBudi Gunadi.

Permintaan itu dikemukakanya kepada para pemangku kebijakan terkait saat mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka pemantauan kasusstuntingpada Sabtu (4/3).

"Saya minta ke pemda, kelor dimasukkan penelitian karena kelor itu kaya akan gizi," ujar Menkes Budi Gunadi.

Tumbuhan kelor memiliki rangkaian daun, biji, dan akar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kelor telah lama dikenal masyarakat NTT sebagai tanaman obat yang berkhasiat.

Menurut Menkes, daun kelor kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Oleh karena itu daun kelor sering digunakan sebagai bahan makanan atau suplemen nutrisi untuk membantu mencegah atau mengatasi berbagai penyakit.

Selain daunnya, kata dia, biji kelor juga memiliki banyak manfaat. Biji kelor mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati. Minyak biji kelor juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik atau obat-obatan.

Kelor atauMoringaoleiferacukup populer di NTT karena menyumbang pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Daun kelor di NTT biasanya diolah menjadi sayur atau lalapan yang diolah dengan bumbu khas NTT. Ant/hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.