Adegan Kekerasan dalam Film Sangat Disukai Banyak Orang, Kenapa?
📅 Minggu, 26 Feb 2023, 14:41 WIB | Oleh: Tim PenulisAdegan-adegan itu pun dapat menggiring kita untuk menentukan siapakah kelompok yang layak menjadi "korban".
Patut dicatat, pesan-pesan yang disampaikan melalui kekerasan di layar dapat membuat kita terputus dengan kenyataan. Ketika angka kriminalitas menurun, adegan kekerasan di layar justru dapat membuat kita berpikir bahwa kejahatan semakin meningkat.
Film-film juga berbohong. Hampir 90% tindakan kekerasan dalam film tidak menunjukkan dampak fisik yang realistis bagi korban. Film pun mampu menyamarkan realitas kekerasan laki-laki terhadap perempuan dan anak-anak.
Pakar politik AS, Samuel Huntington pernah menulis: "Negara-negara Barat memenangkan dunia bukan dengan keunggulan ide-idenya … melainkan dengan keunggulannya dalam menerapkan kekerasan terorganisir. Orang Barat sering melupakan fakta bahwa orang non-Barat tidak pernah melakukannya."
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita harus selalu menyadari bagaimana adegan kekerasan pura-pura di layar justru menimbulkan kekerasan di dunia nyata.
Rachel Noorajavi menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.![]()
Simon McCarthy-Jones, Associate Professor in Clinical Psychology and Neuropsychology, Trinity College Dublin
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!