Adegan Kekerasan dalam Film Sangat Disukai Banyak Orang, Kenapa?
📅 Minggu, 26 Feb 2023, 14:41 WIB | Oleh: Tim PenulisPenelitian terbaru yang mempelajari film horor menunjukkan kemungkinan ada tiga kategori orang yang menikmati menonton kekerasan. Masing-masing memiliki alasan tersendiri.
Satu kelompok dijuluki sebagai "pecandu adrenalin". Para pencari sensasi ini menginginkan pengalaman baru dan intens, dan kerap mendapat kepuasan dari menonton kekerasan. Bagian dari kelompok ini mungkin adalah orang-orang yang suka melihat orang lain menderita. Para orang-orang sadis yang senang merasakan penderitaan orang lain lebih dari biasanya, dan menikmatinya.
Kelompok lain menikmati pertunjukan kekerasan karena mereka merasa mempelajari sesuatu dari tontonan itu. Dalam penelitian horror, orang-orang semacam itu disebut sebagai "white knucklers".
Seperti para pecandu adrenalin, mereka merasakan emosi yang kuat dari menonton film horor. Tapi, mereka tidak menyukai emosi tersebut. Perasaan itu bisa ditoleransi karena adegan tersebut membantu mereka belajar sesuatu perihal bertahan hidup.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nah, sensasi itu juga terkait masokisme jinak: kenikmatan akan pengalaman yang menyakitkan dan tidak menyenangkan - namun masih aman. Jika kita dapat menoleransi beberapa rasa sakit, kita mungkin akan mendapatkan sesuatu. Senada dengan bagaima komedi yang "cringe" dapat mengajari kita keterampilan sosial, menonton kekerasan dapat mengajari kita keterampilan bertahan hidup.
Kelompok terakhir tampaknya mendapatkan kedua manfaat tersebut. Mereka menikmati sensasi sekaligus mempelajari sesuatu dari adegan kekerasan. Dalam genre horor, orang-orang seperti itu disebut "dark copers".
Gagasan bahwa orang-orang senang menonton kekerasan 'yang aman' di suatu layar karena dapat mengajari mereka sesuatu disebut "teori simulasi ancaman". Hal ini berdasarkan pengamatan bahwa orang-orang yang nampak tertarik menonton kekerasan (orang-orang muda yang agresif) juga kemungkinan besar akan menghadapi atau menyebarkan kekerasan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menyaksikan kekerasan dari sofa yang nyaman bisa jadi merupakan langkah persiapan diri kita menghadapi dunia yang penuh kekerasan dan berbahaya. Kekerasan, dengan begitu, menjadi menarik untuk alasan yang baik.
Menariknya, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa penggemar horor dan adegan-adegan mengerikan lebih tangguh secara psikologis selama pandemi COVID-19.
Apakah ini Benar-benar Kekerasan yang Kita Sukai?
Ada sejumlah alasan untuk mempertimbangkan kembali: apakah kita benar-benar menyukai kekerasan?
Misalnya, sebuah penelitian mengkaji tayangan film The Fugitive - yang dirilis pada 1993 - kepada dua kelompok. Satu kelompok diperlihatkan film yang belum diedit, sementara yang lain melihat versi yang telah diedit.
Ternyata, kedua kelompok sama-sama menyukai film tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!