Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Adegan Kekerasan dalam Film Sangat Disukai Banyak Orang, Kenapa?

📅 Minggu, 26 Feb 2023, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Temuan ini didukung oleh penelitian lain yang juga menemukan bahwa penghapusan adegan kekerasan tidak mengurangi tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu film. Bahkan ada bukti bahwa orang lebih menikmati film tanpa adegan kekerasan dibanding film dengan adegan kekerasan.

Banyak orang mungkin menikmati sesuatu yang terkait dengan kekerasan, ketimbang kekerasan itu sendiri. Misalnya, kekerasan menciptakan ketegangan dan kekhawatiran. Kedua hal tersebut yang bisa jadi membuat sebagian orang tertarik.

Kemungkinan lain adalah orang-orang cenderung menikmati film laga dan bukan tayangan kekerasan.

Menonton adegan kekerasan juga dapat memicu pembuatan makna dalam proses pencarian makna dalam hidup kita. Menyaksikan tayangan kekerasan juga memungkinkan kita untuk merefleksikan kondisi manusia, sebuah pengalaman yang kita hargai.

Ada juga "teori pengalihan keseruan" yang menunjukkan bahwa menonton adegan kekerasan membuat kita bergairah, perasaan yang bertahan sampai akhir pertunjukan, sehingga terasa lebih menyenangkan.

Sementara, "hipotesis buah terlarang" menganggap, karena kekerasan dianggap terlarang, menontonnya menjadi hal yang mengasyikkan. Buktinya, label peringatan film justru meningkatkan minat orang menyaksikan adegan kekerasan.

Akhirnya, mungkin yang dinikmati adalah menyaksikan karakter jahat mendapat hukuman yang pantas, bukan kekerasannya itu sendiri. Memang, setiap kali orang memberikan hukuman pada pelaku kesalahan, pusat kepuasan di bagian otak mereka menyala meriah.

Meski demikian, kurang dari setengah kekerasan muncul di TV melibatkan tokoh baik melakukan kekerasan pada tokoh jahat.

Motif politik?

Sejumlah teori di atas menunjukkan bahwa industri media mungkin menampilkan adegan kekerasan yang sebenarnya tidak diinginkan atau dibutuhkan oleh mayoritas kita.

Karena itu, kita mesti pula meninjau: apa ada tekanan korporat, politik, atau ideologis yang mungkin mendorong mereka untuk memunculkan tayangan kekerasan di layar secara global?

Misalnya, pemerintah AS memiliki kepentingan dan pengaruh yang signifikan atas Hollywood.

Gambaran-gambaran kekerasan dapat mendorong kuta menyetujui kebijakan pemerintah, sekaligus mendorong kita untuk mendukung legitimasi kekuasaan dan kekerasan oleh negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.