“Teman Tidur', Bercerita Tentang Bahaya dan Dampak Buruk Perundungan
📅 Jumat, 24 Feb 2023, 19:24 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Robagu Pictures
Isu perundungan (bullying) dan kesehatan mental saat ini menjadi isu penting belum banyak digarap dalam industri film Tanah Air. Untuk mengisi kekosongan itu, Robagu Pictures merilis film bergenre drama thriller berjudul Teman Tidur yang menjadikan perundungan atau bullying sebagai tema utama.
Film ini dirilis ditengah maraknya berita yang mengagetkan masyarakat soal peristiwa penganiayaan seorang remaja secara brutal hingga mengalami koma oleh anak pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu. Hal ini memperlihatkan bagaimana bullying bisa menjadi tindakan kriminal berbahaya jika dibiarkan.
Film Teman Tidur yang disutradarai Ray Nayoan ini mengambil latar belakang masa remaja dan situasi SMA yang merupakan salah satu tempat di mana perundungan atau bullying seringkali terjadi.
Semua berawal dari Kelly, salah satu siswi SMA Tunas Bangsa, yang bunuh diri karena menjadi korban bullying dari geng sekolah dan foto sensualnya tersebar ke seantero sekolah.
Cerita berlanjut dengan kehadiran sosok arwah Kelly yang terus menghantui para pelaku perundungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mutiara Sofya yang berperan sebagai Kelly, menceritakan kesannya saat menjalani proses syuting dan mendalami perannya sebagai salah satu pemain utama film ini.
"Peran saya sebagai Kelly sangat relate dengan kondisi saat ini karena bullying terjadi di sekolah dan di mana-mana. Kebetulan lagi, saya korban bullying sejak TK hingga SMP. Jadi tahu dan ngerasain banget sedih, kecewa, dan takut sebagai seorang korban," kata Mutiara saat media gathering rilis Teman Tidur di sebuah kawasan di Jakarta Selatan, Jumat (24/2).
Hal senada dikatakan juga oleh Gunawan, aktor senior yang berperan sebagai ayah Kelly, korban bullying di film Teman Tidur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia merasa sangat menjiwai dan total sekali berperan dalam film ini. "Saya merasakan perasaan kecewa sebagai orang tua yang anaknya di-bully. Soalnya anak saya adalah korban bullying saat SD. Terlihat sekali perbedaannya dari awalnya periang menjadi pendiam, suka
menangis dan penakut. Orang tua harus peka terhadap kondisi dan perubahan sikap anak," ujar dia.
Bukan hanya Mutiara Sofya dan Gunawan yang pernah bersinggungan dengan persoalan bullying, Kalina Ocktaranny yang juga bermain dalam film ini mengakui pernah menjadi korban saat sekolah.
"Itu terjadi saat SMA. Setelah sekian lama diam, saya akhirnya bersuara dan melawan. Jika kita tidak bersikap, bullying akan terus langgeng. Saya sepakat dengan Gunawan, orang tua harus peka dan harus sering ngobrol dan menjadi teman diskusi anak," kata Kalina.
Sementara itu Dino Izaak, eksekutif produser Teman Tidur mengatakan sekolah menjadi lahan subur perundungan yang seringkali diabaikan dan film menjadi medium penyampaian pesan yang sangat baik dan efektif mengenai dampak buruk dari perundungan.
"Jadi film ini bukan hanya sekadar menggambarkan masa indah remaja di sekolah yang sarat dengan romansa atau kesenangan, tapi juga bicara perundungan, kesehatan mental, dampak buruk media sosial serta bagaimana kita harus menyikapinya," tutur Dino.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!