Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah 23 Februari: Hak Paten Mesin Diesel Mendorong Revolusi Industri

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 16:36 WIB | Oleh:
Sejarah 23 Februari: Hak Paten Mesin Diesel Mendorong Revolusi Industri Doc: Bettman/Getty Images
Ket. Rudolf Diesel.

Siapa yang tak asing dengan mesin diesel? Mesin pembakaran dalam dengan tenaga yang lebih efisien dan murah itu telah mengantar dunia menuju Revolusi Industri jilid dua, sejak pertama kali mendapatkan hak paten pada 23 Februari 1893.

Ialah Rudolf Diesel, seorang insinyur Jerman yang berhasil menciptakan mesin pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar.

Mesin yang kemudian dinamakan sesuai nama sang insinyur terbukti jauh lebih efisien secara mekanis daripada desain mesin uap kontemporer, dan cukup mudah beradaptasi yang akhirnya digunakan dalam berbagai industri. Tapi tahukah Anda bahwa Rudolf Diesel tak berniat menciptakan mesin skala industrial?

Penemuan mesin diesel mulanya ditujukan pria kelahiran 18 Maret 1858 itu untuk membantu usaha kecil dan pengrajin lokal. Namun, kecintaan Rudolf Diesel pada mesin membuatnya mampu menciptakan sebuah mesin yang terbukti jauh lebih efisien secara mekanis daripada desain mesin uap kontemporer, dan cukup mudah beradaptasi dalam berbagai industri.

Kecintaan Rudolf Diesel pada mesin berkembang kala ia menuntut ilmu di Munich Polytechnic Institute, di Jerman. Sebagai informasi, Rudolf Diesel sebenarnya lahir di Paris, Prancis, dari pasangan imigran Bavaria. Namun, pecahnya Perang Prancis-Jerman membuat keluarganya dideportasi ke Inggris pada tahun 1870.

Dari sana, Rudolf Diesel pergi ke Jerman untuk belajar. Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur lemari es di Paris, di Perusahaan Mesin Es Linde pada 1880. Cinta sejatinya pada desain mesin membuatnya mulai mengeksplorasi sejumlah ide selama beberapa tahun berikutnya.

Rudolf Diesel kemudian merancang banyak mesin panas, termasuk mesin udara bertenaga surya. Melansir thoughtco, pada akhir 1881, Rudolf Diesel yang bekerja Perusahaan Mesin Es Linde mendapatkan hak paten pertamanya terkait pembuatan es transparan.

Seiring berlalunya waktu, Rudolf Diesel mulai mencurahkan lebih banyak waktu untuk tugasnya mengembangkan mesin pembakaran internal yang lebih efisien yang ditujukan untuk membantu usaha kecil bersaing dengan industri besar, yang memanfaatkan kekuatan mesin uap.

Rancangan Rudolf Diesel terbukti sangat efisien dibandingkan dengan mesin uap kontemporer yang ada pada saat itu. Pasalnya, mesin diesel yang dikembangkannya tidak memerlukan pembakaran luar dengan mencampur udara dan bahan bakar di dalam mesin.

Mesin diesel juga dilengkapi dengan penekan udara dalam mesin silinder dan memanaskannya hingga ke mesin. Tekanan udara tersebut selanjutnya akan berhubungan dengan udara yang ada sebelumnya di akhir tempo tekanan, tekanan inilah yang mampu memanaskan mesin.

Setelah memperoleh rekan bisnis, Rudolf Diesel langsung memproduksi mesin uji coba dan prototipenya berhasil dibuat pada 1893. Rudolf Diesel kemudian memperoleh paten Jerman RP 67207, Arbeitsverfahren und Ausführungsart für Verbrennungsmaschinen yang berarti "Proses kerja dan metode realisasi untuk mesin pembakaran internal" untuk desain mesin penyalaan kompresi barunya pada tanggal 23 Februari 1893.

Ia kemudian menghabiskan dua tahun lagi untuk melakukan perbaikan dan pada tahun 1896 mendemonstrasikan model lain dengan efisiensi teoritis yang mencapai 75 persen.

Setelah membuat prototipe pertama mesinnya pada tahun 1897, Rudolf Diesel terus menyempurnakannya selama bertahun-tahun. Meskipun mesin yang dia buat tidak pernah mencapai efisiensi yang diprediksi melalui perhitungan teoritisnya, mesin diesel masih jauh lebih baik daripada yang ada saat itu.

Mesin diesel yang diciptakannya memang dapat digunakan oleh usaha kecil. Tapi, pada industrialis juga mengadopsi mesin tersebut dengan penuh semangat dan pada akhirnya mendorong perkembangan pesat Revolusi Industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.