Disdamkarmat Bandung Siagakan Personel Mitigasi Kebakaran saat Kemarau
📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 15:34 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDUNG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyiagakan personel guna memperkuat upaya mitigasi menghadapi potensi peningkatan kebakaran selama puncak musim kemarau.
Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana di Bandung, Sabtu (04/7), mengatakan kesiapsiagaan difokuskan pada kawasan permukiman, lahan, hutan, dan semak belukar yang rawan terbakar saat musim kemarau yang diperkirakan mengalami puncak pada Juli hingga September 2026.
"Kami menyiagakan personel karena ini penting mengingat tahun ini sangat berpotensi terjadinya peristiwa kebakaran, baik di permukiman maupun di area lahan, hutan ataupun gunung," katanya.
Berdasarkan data Disdamkarmat Kabupaten Bandung, kebakaran lahan dan hutan tercatat sebanyak 16 kejadian selama Januari hingga Juni 2026, mendekati total 19 kejadian yang terjadi sepanjang 2025, sehingga potensi peningkatan kasus selama puncak musim kemarau perlu diantisipasi.
Ia mengatakan Disdamkarmat telah menginstruksikan seluruh personel agar merespons cepat setiap laporan kebakaran, terutama di kawasan semak belukar, untuk mencegah api meluas ke wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pihaknya menggencarkan edukasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) agar meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Sebagai langkah preventif, kami melakukan imbauan kepada camat, kepala desa hingga melalui relawan pemadam kebakaran atau Redkar," ujarnya.
Menurut dia, kebakaran pada musim kemarau umumnya dipicu kombinasi cuaca kering dan kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, maupun membuka lahan dengan cara membakar semak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan petugas akan mengutamakan lokalisasi api menggunakan sekat dan pompa portabel sebelum kobaran meluas, mengingat pemadaman di kawasan pegunungan sering terkendala medan dan keterbatasan sumber air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!