Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Riset: Generasi Z Ternyata Lebih Suka Jadi PNS atau Pegawai BUMN

📅 Senin, 30 Jan 2023, 16:16 WIB | Oleh: Tim Penulis

Karena survei ini dilaksanakan masih di tengah pandemi, tim peneliti juga menanyakan preferensi Generasi Z terhadap fleksibilitas jam kerja. Hasilnya, mayoritas responden (78,7%) menyatakan mereka menyukai pekerjaan yang memberikan kesempatan kerja jarak jauh (remote atau WFH) dan memungkinkan jadwal yang fleksibel.

Selain itu, survei tersebut juga menanyakan tentang preferensi Gen Z terhadap digitalisasi di tempat kerja.

Senada dengan banyak studi tentang karakter generasi ini yang dianggap lahir dan terbiasa di era perkembangan teknologi dan internet - dan juga tren digitalisasi yang semakin gencar pasca-pandemi - sebanyak 52% responden menyatakan bahwa mereka tidak bisa menjalani aktivitas kerja tanpa gawai dan internet, bahkan hanya untuk beberapa menit.

Keamanan kerja masih menjadi prioritas

Meria Susanti, dosen psikologi pendidikan di Universitas Andalas dan salah satu peneliti yang terlibat survei di atas, mengatakan bahwa temuan-temuan ini sedikit mematahkan anggapan Generasi Z telah sepenuhnya meninggalkan aspirasi karier sebagai pegawai negeri.

"Saya memaknainya, jangan-jangan pilihan PNS/BUMN apakah tergantung posisi universitasnya? Kita kan mencoba mengambilnya se-Indonesia, dan kita ambil representasi di tiap daerah, misalnya Jawa bisa jadi berbeda dari Indonesia bagian timur, jangan-jangan itu mempengaruhi," katanya.

Selain itu, menurutnya, ini juga bisa jadi menggambarkan tuntutan yang kuat dari Generasi Z akan keamanan kerja.

Beberapa akademisi, misalnya, mengamati berbagai indikasi bahwa pemerintah dan dunia industri masih punya banyak sekali PR untuk melindungi hak pekerja muda. Di antaranya adalah pandemi dan potensi resesi yang membuat pasar kerja makin ketat, minimnya transparansi gaji, lemahnya perlindungan magang di dunia start-up, kultur overwork (bekerja terlalu banyak) yang memicu tren seperti quiet quitting, hingga banyaknya anak muda yang terjebak pekerjaan-pekerjaan rentan (prekariat).

Bahkan, meski pendaftar CPNS sedikit menurun, pendaftar khususnya untuk instansi-instansi dengan gaji yang tinggi - misalnya Pemerintah DKI Jakarta - menunjukkan peningkatan.

"Dulu PNS dianggap pekerjaan yang secure (aman) di zaman Generasi Y, apalagi Baby Boomers, kan sebagai pekerjaan yang sangat bergengsi. Sementara Gen Z yang kita tahu, mereka butuh tantangan dan sebagainya - ternyata agak berbeda nih.

"Ternyata keamanan akan pekerjaan, kepastian, itu menjadi sesuatu yang penting juga bagi Generasi Z," kata Meria.

Selain itu, meski minat Generasi Z terhadap pekerjaan PNS masih cenderung stabil, mayoritas menuntut fleksibilitas mode dan jadwal kerja (78,7%), serta digitalisasi di tempat kerja (52%). Padahal, aspek-aspek ini seringkali dianggap lemah di instansi pemerintah dan pekerjaan sebagai PNS.

Artinya, di sisi lain, temuan survei di atas juga menjadi panggilan bagi instansi dan BUMN untuk segera berbenah dan lebih baik dalam mengakomodasi preferensi calon pekerja Generasi Z di tempat kerja.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

MILITER

Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer

31 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tokyo Ingin Tingkatkan Keku...
Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...

Arsenal Kejar Hasil Sempurna Pramusim

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.