Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Akan Banyak Alami Kemajuan setelah Ibu Kota Negara Pindah

📅 Sabtu, 28 Jan 2023, 08:27 WIB | Oleh:

Selama ini Jakarta sering melakukan kerja sama dengan kota-kota maju, sister city, tapi tidak membawa banyak perubahan, menurut bapak?

Saya melihatnya sister city lebih ke politis, contohnya kayak Jalan Cassablanca itu sister city dari Cassablanca, tetapi kejadiannya bukan Cassablanca. Tetapi kalau kerja sama ini dilakukan lebih baik kepada fungsi. Kalau sister city itu hanya tidak banyak membuat perubahan, lebih baik seperti zaman Gubernur Bang Yos saat membuat busway di Purity Brazil.

Dia kerja sama dengan Wali Kota Purity Brazil untuk membangun busway di Jakarta. Kenapa dipilih di tengah jalur, bukan di pinggir. Karena itu hasil penelitiannya, lebih baik seperti itu. Demikian pula misalnya giant sea wall, kerja sama dengan Belanda untuk mengatasi banjir, lebih baik seperti itu.

Pemindahan Ibu Kota IKN membawa dampak apa bagi Kota Jakarta?

Pasti akan membawa dampak bagi kota Jakarta. Tadinya sekitar Monas itu, pusat pemerintahan pusat dan setelah ibu kota pindah pasti berubah. Bagaimana nasib gedung kantor-kantor pemerintah it ke depan, apakah nanti semacam perwakilan atau dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Mungkin dalam jangka waktu 5-10 tahun yang tadinya mau pindah ke Jakarta mulai memikirkan karena Ibu Kota ke sana lebih baik pindah ke sana. Karena ibu kota baru ada pendidikan yang bagus, lalu ada pekerjaan baru, lalu tempat wisata yang baru. Jadi kemungkinan orang yang datang ke Jakarta itu tidak sebanyak dulu. Urbanisasi akan mengalami penurunan dan era teknologi saat ini sebenarnya dia bisa tetap di Jakarta, walaupun Ibu Kota di sana.

Apakah mengurangi kemacetan Ibu Kota pindah?

Sebaiknya Anda baca juga:

Pastinya akan mengurangi kemacetan di Jakarta, karena jumlah kegiatan pemerintah pusat akan berpindah ke IKN Nusantara. Paling tidak pergerakan pegawai pemerintah pusat akan banyak pindah ke ibu kota baru, sehingga kegiatan di Jakarta akan berkurang.

Setelah Jakarta tidak menjadi Ibu Kota Negara, idealnya Kota Jakarta berubah menjadi kota industri, bisnis, atau apa?

Industri dengan bisnis dekat-dekat, karena hasil industri harus dibisniskan, diperdagangkan, dijual, ditransaksikan. Kalau menurut saya, Jakarta menjadi kota bisnis dan industri, termasuk industri jasa keuangan dan lainnya. Jadi, industri yang berada di sekitar Jabotabek ini akan tetap hidup. Ditambah lagi infrastruktur sudah bagus, pelabuhan, airport, jalan tol, trans Jawa, trans Sumatera. Jadi, Kota Jakarta akan tetap memiliki magnet dan semakin mengalami banyak kemajuan ke depan sesuai tuntutan zaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.