Jakarta Akan Banyak Alami Kemajuan setelah Ibu Kota Negara Pindah
📅 Sabtu, 28 Jan 2023, 08:27 WIB | Oleh: Yohanes AbimanyuTapi yang menjadi masalah di tengah kota, ketika berhenti di tempat transit lalu warga seharusnya berjalan kaki, namun warga lebih memilih ojek online atau taxi online. Ini juga masih menjadi masalah, karena seharusnya masyarakat ketika turun dari public transport tidak perlu lagi menggunakan moda transport lain.
Dari infrastruktur sendiri bagaimana mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum?
Saya sering kali bertanya, ketika memindahkan orang yang tadinya biasa menggunakan sepeda motor, kendaraan mobil pribadi, lalu dipindahkan ke MRT, commuterline dan LRT saya juga membayangkan agak susah karena kebiasaan orang berangkat dari rumah naik motor atau naik mobil, lalu dari berhenti di pintu gerbang yang dituju. Tiba-tiba dipindah ke transportasi umum, memang di dalam teori perkotaan harusnya ketika masyarakat keluar rumah atau keluar kantor dia itu berjalan kaki, tapi tidak boleh lebih dari 600 meter.
Kalau kata Presiden Joko Widodo selalu mengatakan 10 minutes city, jadi hanya 10 menit berjalan. Sedangkan di luar negeri 15 menit berjalan, seharusnya keluar jalan sekitar 10 menit atau 15 menit mendapat trasnportasi umum, lalu dia pindah. Ketika tiba stasiun tujuan seharusnya sudah ada jalur pedestrian (jalur pejalan kaki) yang bagus untuk berjalan 10 sampai dengan menit mencapai tujuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai pedestrian di Jakarta, apakah sudah cukup memadai bagi warga pengguna?
Saat ini kalau diperhatikan, sudah mulai banyak orang memakai pedestrian. Walaupun pembangunanya belum maksimal atau merata, tetapi sudah mulai terlihat bagus. Contohnya pedestrian yang berada di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Kalau kita lihat pagi-pagi orang berangkat kerja, dan sore hari mau pulang kerja itu sudah mulai ramai berjalan kaki. Ini bagus dan harus terus dibudayakan.
Memang butuh waktu untuk mengubah kebiasaan orang untuk memakai transportasi umum. Demikian pula kebiasaan berjalan kaki. Harus dipersiapkan fasilitas pedestrian yang aman dan nyaman menuju tempat-tempat strategis. Setidaknya cukup berjalan selama 10 menit sampai dengan 15 menit bisa tiba di transportasi umum, pusat perbelanjaan, perkantoran atau hunian dan lain sebagainya. Di sinilah fungsi perencanaan dan penataan kota menjadi sangat penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Belum lama ini, ramai dibicarakan tentang Pemprov DKI menggodok Eletronic Road Pricing (ERP), menurut Anda apakah efektif mengurangi kemacetan?
Saya baca dan mendengar beritanya, kelihatannya diterapkan di kawasan ganjil-genap juga, jumlah dan tempatnya sama. Saya mempertanyakan kenapa ada regulasi yang dirasa double-double gitu ya. Apakah ganjil-genap mau dihapus, atau kedua aturan ini berjalan.
Misalnya, dia tanggal ganjil mobilnya ganjil, tapi masyarakat harus membayar. Karena saya lihat tempatnya sama dan kalau menurut saya harus dicoba terlebih dahulu, kemudian dievaluasi bagaiamana nanti masyarakat diberikan kesempatan untuk memilih. Jangan sampai masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah merasa terbebani.
Apalagi masyarakat yang membawa motor juga dikenakan biaya, jadi harus di uji coba terlebih dahulu dan lebih baik dibatasi dulu kepada pengguna mobil. Karena pengguna mobil itu ukurannya kira-kira 2 meter lebarnya 3,5 total lebar mobil 7 meter persegi.
Di Ibu Kota Jakarta juga telah banyak dipasang kamera ETLE, penerapannya?
Kalau kamera itu teknologi, kita percaya di luar negeri sudah lama dilakukan. Tujuannya untuk mendisiplinkan pengguna jalan raya. Bagi yang melanggar akan dikenakan denda. Kamera itu sebenarnya sama dengan CCTV yang melihat kesalahan atau pelanggaran lalu lintas oleh pihak Kepolisian. Sebenarnya tetap sama, akan tetapi kamera untuk berbayar ini lebih panjang. Jadi, semua jalur itu kena dan kalau dia berbayar harus ada langganan, harus ada aplikasi, tapi di-tap di mobilnya sehingga lewat sudah langsung dipotong.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!