Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Modernisasi Atasi Masalah Sektor Peternakan

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 08:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Modernisasi Atasi Masalah Sektor Peternakan Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan peternakan modern berbasis teknologi presisi. Tujuannya untuk bisa memproduksi kebutuhan dalam negeri secara konsisten.

Pentingnya inovasi ini untuk mengatasi masalah subsektor peternakan yang tengah terpuruk. Masalah ini terjadi secara di banyak negara imbas dari cuaca ekstrem. Fenomena ini pun berdampak pada alur distribusi ternak secara global.

"Peternakan modern harus kita dorong. misalnya kandangnya tidak bau, setiap hari berproduksi dan kandangnya sudah terintegrasi dengan pengolahan. Soal modal saya berharap bisa menggunakan KUR (kredit usaha rakyat)," kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu, (25/1).

Menurut dia, peternakan dunia saat ini dalam kondisi terpuruk karena pakan ternak sulit akibat dampak banjir dan cuaca ekstrem. Mentan mengatakan hal itu terjadi di seluruh dunia sehingga berdampak langsung pada alur distribusi.

"Produksi peternakan besok mungkin saja bisa terganggu akibat cuaca ekstrem yang berdampak pada pakan. Dan ini yang menyebabkan dunia mengalami inflasi tinggi. Tapi kita ada 270 juta orang yang makan daging. Ini harus kita pikirkan dan menjadi tanggung jawab kita," katanya.

Karena itu, dirinya berharap kolaborasi dan sinergitas pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat untuk menjaga produksi yang ada dalam menguatkan ketahanan produk ternak Indoensia. Terutama dalam hal pembagian tugas dan fungsi kerja masing-masing unit kerja.

"Pembagian tugas sangat penting untuk menentukan langkah yang akan kita ambil. Misalnya dirjen apa, gubernur apa, kadis apa, direktur apa dll. Bagi bagi tugas penting dan harus dikontrol efektivitasnya. Sekali lagi gunakan semua kekuatan kita untuk menjaga kebutuhan daging Indonesia," katanya.

Siapkan Strategi

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan pemerintah telah menyusun strategi dalam menghadapi krisis pangan dunia. Di antaranya peningkatan kapasitas produksi pangan untuk komoditas daging sapi, kerbau, ayam ras, ayam buras, dan babi.

"Kemudian kita juga melakukan pengembangan terhadap pangan substitusi impor seperti daging domba/ kambing dan itik untuk substitusi daging sapi," katanya.

Di sisi lain, kementan juga terus meningkatan kapasitas produksk dan peningkatan laju ekspor seperti produk sarang burung walet, ayam, dan telur ayam ke berbagai negara di Asia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Luar Negeri
Kabut Asap Indonesia Membur...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.