Gen Antipenuaan dari Centenarian Pulihkan Kerusakan Pasien Gagal Jantung
📅 Kamis, 26 Jan 2023, 06:40 WIB | Oleh: Haryo BronoStudi serupa juga dilakukan di sel jantung manusia pada tabung reaksi di Italia. Para peneliti dari MultiMedica Group di Milan yang dipimpin oleh Profesor Annibale Puca, memasukkan gen tersebut ke dalam sel jantung dari pasien lanjut usia dengan masalah jantung yang parah, termasuk transplantasi, dan kemudian membandingkan fungsinya dengan individu yang sehat.
Monica Cattaneo, seorang peneliti dari MultiMedica Group di Milan, Italia, dan penulis pertama karya tersebut mengatakan sel-sel pasien lanjut usia, khususnya yang mendukung pembangunan pembuluh darah baru, yang disebut pericytes, ditemukan menjadi kurang berkinerja dan lebih tua.
"Dengan menambahkan gen/protein umur panjang ke tabung reaksi, kami mengamati proses peremajaan jantung: sel-sel jantung pasien gagal jantung lanjut usia telah kembali berfungsi dengan baik, terbukti lebih efisien dalam membangun pembuluh darah baru," kata Cattaneo.
Centenarian mewariskan gen sehat mereka kepada keturunan mereka. Studi tersebut menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa gen sehat yang ditemukan pada centenarian dapat ditransfer ke orang yang tidak terkait untuk melindungi jantung mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mutasi lain mungkin akan ditemukan di masa depan dengan potensi penyembuhan yang sama atau bahkan lebih unggul daripada yang diselidiki oleh penelitian ini. Profesor Madeddu dan Profesor Annibale Puca dari MultiMedica Group di Milan yakin penelitian ini dapat memicu gelombang baru pengobatan yang terinspirasi oleh genetika para centenarian.
Profesor Madeddu menambahkan temuan mereka mengkonfirmasi gen mutan yang sehat dapat membalikkan penurunan kinerja jantung pada orang tua. Kami sekarang tertarik untuk menentukan apakah memberi protein alih-alih gen juga bisa berhasil.
"Terapi gen banyak digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh gen jahat. Namun, pengobatan berdasarkan protein lebih aman dan lebih layak daripada terapi gen," ungkap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam studi baru ini, para peneliti menunjukkan bahwa salah satu gen mutan yang sehat ini, yang sebelumnya terbukti sangat sering terjadi pada centenarian dapat melindungi sel yang dikumpulkan dari pasien gagal jantung. Pasien gagal jantung merupakan pasien yang membutuhkan transplantasi jantung untuk bertahan hidup.
"Kami telah menerima dana dari Medical Research Council untuk menguji terapi gen yang sehat di Progeria. Penyakit genetik ini, juga dikenal sebagai sindrom Hutchinson-Gilford, menyebabkan kerusakan dini pada jantung dan pembuluh darah anak-anak. Kami juga telah didanai oleh British Heart Foundation dan Diabetes UK untuk menguji protein masing-masing pada tikus tua dan tikus diabetes," ucap Madeddu.
Sedangkan Annibale Puca, kepala laboratorium di IRCCS MultiMedica dan Profesor di University of Salerno, menambahkan bahwa terapi gen dengan gen sehat pada model penyakit tikus telah terbukti mencegah timbulnya aterosklerosis, penuaan pembuluh darah, komplikasi diabetes, serta untuk meremajakan sistem kekebalan tubuh.
"Kami memiliki konfirmasi baru dan pembesaran potensi terapeutik dari gen/protein. Kami berharap dapat segera menguji keefektifannya dalam uji klinis pada pasien gagal jantung," papar dia.
Menurut Profesor James Leiper, Associate Medical Director di British Heart Foundation, yang mendanai penelitian tersebut, mengatakan ia ingin semua mengetahui rahasia penuaan dan bagaimana dapat memperlambat penyakit yang berkaitan dengan usia. Fungsi jantung menurun seiring bertambahnya usia.
"Penelitian ini secara luar biasa mengungkapkan bahwa varian gen yang umumnya ditemukan pada orang berumur panjang dapat menghentikan dan bahkan membalikkan penuaan jantung pada tikus," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!